BERITA TERKINI
KLHK Ajak Pelajar Biasakan Perilaku Ramah Lingkungan Sejak Dini

KLHK Ajak Pelajar Biasakan Perilaku Ramah Lingkungan Sejak Dini

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menekankan pentingnya menanamkan kebiasaan baik pada anak sejak dini, termasuk kepedulian terhadap lingkungan. Menurut KLHK, perilaku menjaga lingkungan, sekecil apa pun, dapat berdampak positif bagi keberlangsungan bumi.

Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya menyampaikan hal tersebut dalam webinar Edukasi Lingkungan bertema “Berbagi Cerita: Menjaga Bumi, Melestarikan Alam” pada Selasa (29/6). Webinar ini diikuti pelajar SD, SMP, dan SMA dari berbagai daerah di Indonesia.

Dalam kesempatan itu, Siti menilai kebiasaan paling sederhana yang bisa dilakukan adalah tidak membuang sampah sembarangan. “Yang paling mudah adalah tidak membuang sampah sembarangan. Mengapa? karena sampah menjadikan beban pada lingkungan atau alam kita,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan perlunya upaya mengurangi timbulan sampah dengan memilah barang-barang yang sudah tidak dipakai agar masih dapat diolah atau digunakan kembali. Selain itu, penggunaan plastik sekali pakai diminta untuk dihindari agar tidak menambah sampah plastik dan mencegah lingkungan menjadi kotor.

Siti turut menekankan pentingnya menjaga sumber-sumber air dari pencemaran sampah. Ia mengingatkan agar sampah tidak mengotori sungai, laut, danau, maupun mata air supaya air tetap bersih dan bermanfaat. Ia juga mengajak masyarakat menerapkan budaya hemat air dengan menggunakan air seperlunya.

Selain pengelolaan sampah, Siti menyebut kebiasaan baik lainnya adalah menanam pohon. Menurutnya, penanaman pohon dapat membantu melestarikan alam, menjaga ketersediaan air, mengurangi risiko banjir saat musim hujan, menyediakan cadangan air pada musim kemarau, serta mencegah bencana longsor.

Ia mendorong setiap orang menanam pohon sepanjang hidupnya. “Kita harus menanam sebanyak-banyaknya pohon seumur hidup kita. Paling tidak 25 batang pohon setiap orang seumur hidupnya. Yaitu, ditanam 5 pohon saat di SD, 5 saat di SMP dan 5 saat di SMA dan 5 saat kuliah, serta nanti 5 lagi saat menikah. Jangan lupa, pohonnya dirawat dan dipelihara juga,” kata Siti.