BERITA TERKINI
Kesehatan Mental Anak Perlu Jadi Perhatian Sejak Dini, Orang Tua Diminta Lebih Peka

Kesehatan Mental Anak Perlu Jadi Perhatian Sejak Dini, Orang Tua Diminta Lebih Peka

Jakarta—Kesehatan mental anak dinilai sama pentingnya dengan kesehatan fisik. Sejumlah ahli menekankan perlunya perhatian yang lebih serius terhadap kondisi emosional dan perilaku anak sejak dini, termasuk dalam pemeriksaan kesehatan rutin.

American Academy of Pediatrics (AAP) dalam laporan terbarunya mendorong dokter anak untuk lebih berfokus pada kesehatan mental dan emosional anak saat pemeriksaan rutin. Meski demikian, para ahli mengingatkan bahwa dukungan terdekat bagi anak tetap datang dari keluarga dan lingkungan rumah sehari-hari.

Selama ini, banyak orang tua cenderung lebih cepat menyadari masalah fisik pada anak dibanding perubahan emosi atau perilaku. Padahal, aspek mental juga perlu dipantau dengan tingkat keseriusan yang sama.

Dikutip dari Parents, psikolog dari Pediatrix Medical Group, Kiersten Sippio, PsyD, menyampaikan bahwa perhatian terhadap kesehatan emosional seharusnya dilakukan setara dengan kekhawatiran orang tua terhadap kondisi fisik anak.

“Sebagian besar orang tua tidak akan mengabaikan kekhawatiran tentang keterlambatan bicara, pertumbuhan yang lambat, masalah penglihatan, atau gejala fisik yang persisten, dan tingkat perhatian yang sama harus diterapkan pada regulasi emosi, perilaku, keterampilan coping, hubungan, dan rasa kesejahteraan anak secara keseluruhan,” kata Sippio.

Sejumlah perubahan pada anak yang perlu menjadi perhatian antara lain anak menjadi lebih pendiam, mudah marah, sering cemas, sulit tidur, atau mulai menarik diri dari lingkungan sekitar.

Para ahli juga menekankan bahwa orang tua sering kali menjadi pihak pertama yang menyadari adanya perubahan pada anak. Karena itu, insting orang tua dinilai penting untuk dipercaya dan tidak diabaikan.

Jika muncul kekhawatiran terkait perilaku, suasana hati, atau perkembangan emosional anak, orang tua disarankan segera membicarakannya dengan dokter anak atau tenaga profesional tepercaya. Keluarga juga tidak perlu menunggu sampai masalah memburuk sebelum meminta bantuan.

“Keluarga tidak perlu menunggu sampai keadaan menjadi parah sebelum meminta bantuan. Jika ada sesuatu yang terasa terus-menerus tidak beres, baik itu kecemasan, perubahan suasana hati, ledakan emosi, kesulitan bersosialisasi, gangguan tidur, kemunduran, atau kekhawatiran perkembangan, sangat direkomendasikan untuk membicarakannya dengan dokter anak atau profesional tepercaya lainnya,” demikian pernyataan yang dikutip dalam laporan tersebut.

Selain bantuan profesional, suasana rumah yang nyaman dan suportif juga disebut berpengaruh besar terhadap kondisi mental anak. Hal-hal sederhana seperti mendengarkan cerita anak, memberi rasa aman, menghindari respons yang menghakimi, serta meluangkan waktu bersama dinilai dapat membantu anak merasa dipahami.

Anak yang merasa didengar dan diterima umumnya lebih mudah terbuka mengenai perasaannya. Karena itu, komunikasi yang hangat di rumah menjadi salah satu kunci dalam menjaga kesehatan mental dan emosional anak sejak dini.