Kemunculan Justin Bieber dalam suasana Coachella 2026 kembali menarik perhatian publik. Momen tersebut turut membangkitkan nostalgia penggemar terhadap deretan lagu hits yang pernah menemani masa remaja mereka.
Lagu-lagu Bieber tidak hanya populer pada masanya, tetapi juga masih kerap terdengar hingga kini. Dari fase awal karier hingga periode musikal yang lebih dewasa, sejumlah karyanya tetap memiliki tempat tersendiri di hati pendengar.
“One Time” (2009)
Single debut ini dirilis pada 2009 dan menjadi pintu masuk Justin Bieber ke panggung musik internasional. Dengan nuansa pop yang ringan dan vokal khasnya, “One Time” dikenal luas sebagai lagu yang memperkenalkan Bieber kepada banyak pendengar.
“Baby” (2010)
Dirilis pada 2010, “Baby” menjadi salah satu lagu yang melambungkan nama Bieber secara global. Lagu ini menampilkan kolaborasi dengan Ludacris dan dikenal lewat melodi yang mudah diingat, sehingga cepat populer dan masih lekat sebagai simbol era awal kariernya.
“Never Say Never” (2010)
Masih pada 2010, Bieber merilis “Never Say Never” yang menjadi soundtrack film dokumenter Justin Bieber: Never Say Never. Lagu ini berkolaborasi dengan Jaden Smith dan kerap dikaitkan dengan pesan motivasi serta semangat mengejar mimpi.
“Beauty and a Beat” (2012)
Pada 2012, Bieber merilis “Beauty and a Beat” dengan nuansa pop dance yang energik. Lagu ini menampilkan Nicki Minaj dan dikenal lewat ritme upbeat yang sering diputar di berbagai kesempatan, sekaligus menunjukkan perkembangan gaya musik Bieber yang lebih variatif.
“Sorry” (2015)
“Sorry” merupakan bagian dari album Purpose yang dirilis pada 2015. Dengan sentuhan pop dan dancehall, lagu ini menjadi salah satu hits terbesar Bieber dan hingga kini masih sering terdengar, sekaligus menandai fase musiknya yang lebih dewasa.
“Love Yourself” (2015)
Masih dari tahun yang sama, “Love Yourself” hadir dengan aransemen yang lebih sederhana. Lagu ini ditulis bersama Ed Sheeran dan dikenal lewat lirik yang mudah dipahami banyak pendengar, serta kerap disebut sebagai salah satu karya yang memperlihatkan sisi musikal Bieber yang lebih matang.
Deretan lagu tersebut kembali terasa relevan seiring sorotan publik terhadap kehadiran Bieber di Coachella. Bagi sebagian penggemar, momen itu seolah menghidupkan kembali kenangan lama yang melekat melalui karya-karyanya, sekaligus menegaskan bahwa musik dapat melampaui waktu.