BERITA TERKINI
Jemaah Haji Indonesia Ambil Miqat di Bir Ali, Petugas Siagakan Layanan Lansia dan Disabilitas

Jemaah Haji Indonesia Ambil Miqat di Bir Ali, Petugas Siagakan Layanan Lansia dan Disabilitas

MADINAH — Pergerakan jemaah haji Indonesia dari Madinah menuju Makkah dengan singgah di Bir Ali terus berlangsung. Setiap hari, lebih dari 120 bus mengantar jemaah untuk mengambil miqat di Masjid Dzulhulaifah (Bir Ali), Selasa (5/5/2025).

Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi melayani jemaah di lokasi, termasuk membantu mendorong kursi roda bagi lansia serta menyiapkan mobil golf untuk jemaah berisiko tinggi dan penyandang disabilitas. Adapun jemaah yang masih dalam kondisi prima diarahkan untuk segera turun guna melaksanakan salat sunah ihram sebelum kembali ke bus.

Perwakilan Layanan Lansia dan Disabilitas Sektor Khusus (Seksus) Bir Ali, Farid Supriyadi, mengatakan koordinasi dilakukan dengan Bimbad, Linjam, serta layanan lansia-disabilitas untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan selama proses miqat.

“Lansia dan disabilitas tidak perlu turun, sehingga kami berkoordinasi dengan Bimbad,” ujarnya.

Perwakilan Bimbad Seksus Bir Ali, Agususanto, menegaskan jemaah tidak wajib turun dari bus. Ia menyebut jemaah dapat memprioritaskan pelaksanaan rukun dan wajib haji di Armuzna, sementara yang ingin menjalankan sunah di Bir Ali tetap akan difasilitasi.

“Jamaah silakan untuk fokus ibadah rukun dan wajib haji di Armuzna. Bila menghendaki menjalankan sunah di Bir Ali juga akan kami fasilitasi,” katanya.

Di tengah cuaca panas yang mencapai 40–41 derajat celsius, sebagian jemaah tetap memilih turun. Salah satunya Siyas Mangil (81), jemaah dari Kloter 19 Embarkasi Surabaya, yang turun untuk melaksanakan salat sunah ihram.

“InsyaAllah, muga-muga diparingi lancar,” tuturnya usai salat.

Sementara itu, Kepala Seksi Penanganan Krisis dan Pertolongan Pertama pada Jemaah Haji (PKPPJH), Andarisukma D Rahmalia, mengimbau jemaah lansia dan penyandang disabilitas untuk tidak turun dari bus demi keselamatan. Ia mengingatkan adanya risiko heat stroke akibat cuaca ekstrem.

Jemaah juga disarankan membawa botol air dan minum secara rutin, menggunakan sun screen, serta memakai pelindung diri seperti masker, topi, payung, atau syal.