BERITA TERKINI
Jawa Tengah Matangkan Venue dan Agenda MTQ Nasional 2026 di Semarang

Jawa Tengah Matangkan Venue dan Agenda MTQ Nasional 2026 di Semarang

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus mematangkan persiapan penyelenggaraan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional XXXI tahun 2026 yang dijadwalkan berlangsung di Kota Semarang pada 11–20 September 2026. Agenda tersebut direncanakan diikuti sekitar 8.000 peserta dari 38 provinsi.

Sekretaris Daerah (Sekda) Jawa Tengah, Sumarno, menyampaikan rangkaian kegiatan MTQ Nasional 2026 telah disusun, mulai dari kedatangan dan registrasi kafilah pada 11–12 September 2026. Pembukaan dijadwalkan pada 12 September 2026, pelaksanaan lomba pada 13–19 September 2026, penutupan pada 19 September 2026, dan kepulangan kafilah pada 20 September 2026.

Untuk lokasi kegiatan, pembukaan dan penutupan direncanakan berlangsung di Lapangan Simpang Lima. Sementara Malam Ta’aruf dan Pameran MTQ akan digelar di halaman Kantor Gubernur Jawa Tengah. Adapun Pawai Ta’aruf akan dimulai dari Halaman Balai Kota Semarang dan berakhir di Halaman Kantor Gubernur Jawa Tengah.

Sejumlah venue lomba juga telah disiapkan, di antaranya Lapangan Simpang Lima Semarang; Studio Kreasi Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Kementerian Tenaga Kerja; Convention Hall Masjid Agung Jawa Tengah; Aula Masjid Baiturrahman; Rumah Dinas Wali Kota Semarang; Auditorium Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Tengah; Aula Wahana Graha Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Tengah; Aula Sasana Widyapraja Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BPSDMD) Provinsi Jawa Tengah; Gedung Semeru BP2KLK Semarang; Auditorium Kampus 3 UIN Walisongo; serta Gedung Prof. Soedarto dan Gedung Imam Bardjo di kampus Universitas Diponegoro (Undip) Semarang.

Sumarno menambahkan, panitia telah menyiapkan logo, maskot, dan tema untuk ajang tersebut. Ia mengatakan, usulan itu akan diajukan kepada Kementerian Agama RI untuk disetujui dan ditetapkan. Pernyataan itu disampaikan dalam Rapat Koordinasi Panitia MTQ Nasional XXXI Tahun 2026 di Gedung Grhadika Bakti Praja Semarang, Senin (20/4/2026).

Menurut Sumarno, logo MTQ dirancang untuk menggambarkan harmoni antara spiritualitas Islam, kearifan budaya Jawa, dan identitas Kota Semarang. Ia menilai MTQ bukan sekadar perlombaan, melainkan momentum membangun generasi Qur’ani yang berilmu, berakhlak, dan berbudaya.

Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin, yang mewakili Gubernur Ahmad Luthfi, menyatakan dukungan penuh terhadap seluruh tahapan pelaksanaan MTQ Nasional 2026. Ia menekankan bahwa keberhasilan penyelenggaraan tidak hanya diukur dari kelancaran acara dan capaian prestasi, tetapi juga dampaknya terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat, terutama pelaku UMKM.

Taj Yasin memperkirakan kedatangan ribuan tamu akan mendorong aktivitas ekonomi di Jawa Tengah sehingga perlu dipersiapkan sebaik mungkin. Ia juga menyebut adanya usulan event penyerta dari Kota Semarang, antara lain festival rebana, dugderan mini, syiar keagamaan, dan kegiatan lainnya.

Ia meminta seluruh pihak mendukung agar MTQ Nasional berjalan sukses, lancar, tertib, aman, dan sesuai standar nasional. Taj Yasin juga mengingatkan panitia untuk memberikan pelayanan prima agar Jawa Tengah dikenal sebagai tuan rumah yang ramah dan profesional.

Sementara itu, Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng menyatakan kesiapan Kota Semarang menjadi pusat pelaksanaan kegiatan. Ia mengatakan, pemerintah kota menyiapkan agenda tambahan untuk menyambut rangkaian MTQ Nasional, termasuk mengusulkan pemecahan Rekor MURI menyanyikan Mars MTQ terbanyak saat pembukaan dengan melibatkan siswa, santri, dan kelompok ibu-ibu pengajian.