MALANG — Ajang budaya Jauhar Muharram Singhasari IV resmi dibuka Bupati Malang HM Sanusi pada Sabtu (13/6) malam di Lapangan Tumapel. Kegiatan yang rutin digelar setiap tahun itu dijadwalkan berlangsung selama 11 hari.
Dalam sambutannya, Sanusi menyampaikan apresiasi kepada panitia, pemerintah desa, dan masyarakat Singosari yang dinilai konsisten menjaga warisan tradisi leluhur. Menurutnya, Jauhar Muharram tidak hanya menjadi hiburan dalam momentum Tahun Baru Islam, tetapi juga wadah untuk memperkuat identitas daerah.
“Melalui Jauhar Muharram Singhasari ini, kita tidak hanya merayakan datangnya Tahun Baru Islam, tetapi juga memperkuat nilai-nilai kebersamaan, gotong royong, serta kecintaan terhadap budaya dan sejarah yang menjadi jati diri masyarakat Singosari,” ujar Sanusi.
Selain sebagai magnet budaya, Sanusi berharap kegiatan tersebut dapat masuk dalam agenda wisata unggulan daerah sehingga mampu menarik wisatawan dari luar daerah dan berdampak pada kesejahteraan masyarakat setempat.
Pemerintah Kabupaten Malang juga menegaskan komitmennya untuk mendukung ruang-ruang kreatif serupa. Salah satu yang disoroti adalah kehadiran bazar UMKM di sepanjang area festival.
“Keberadaan bazar UMKM dalam kegiatan ini merupakan langkah yang sangat baik untuk memberikan ruang promosi dan pemasaran bagi para pelaku usaha lokal. Dengan semakin dikenalnya produk-produk unggulan Kabupaten Malang, diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat,” tambahnya.
Selama pelaksanaan 11 hari, Jauhar Muharram Singhasari IV akan menyuguhkan rangkaian acara seperti pertunjukan seni dan budaya lokal, pameran sejarah dan kearifan lokal Singosari, bazar UMKM, wisata kuliner khas daerah, serta berbagai hiburan rakyat.
Sanusi berharap melalui penyelenggaraan keempat ini, semangat kebersamaan, pelestarian budaya, dan pemberdayaan ekonomi kerakyatan dapat terus tumbuh secara berkelanjutan di wilayah Kecamatan Singosari dan Kabupaten Malang secara umum.