Sebuah sumber yang dekat dengan tim negosiasi Iran di Jenewa menyebut siaran langsung jalannya perundingan sempat dihentikan setelah delegasi Iran menolak agenda sesi foto bersama dalam pertemuan tersebut. Informasi itu disampaikan sumber tersebut kepada media Iran, Tasnim.
Menurut sumber itu, delegasi Amerika Serikat (AS) dan pihak penyelenggara pada awalnya merencanakan sesi jabat tangan dan foto bersama antara delegasi Iran dan AS saat pembukaan perundingan. Namun, ketua dan anggota tim perunding Iran menolak agenda formal tersebut dan menyatakan tidak akan hadir dalam sesi foto bersama dengan delegasi AS.
Setelah tim Iran tidak hadir dalam seremoni itu, siaran langsung dan sesi foto bersama akhirnya dibatalkan. Seusai pembatalan tersebut, delegasi Iran kemudian memasuki ruang pertemuan.
Sumber yang sama menambahkan, delegasi AS sempat meminta waktu lima menit kepada tim Iran agar para jurnalis dapat meninggalkan ruang negosiasi. Seremoni pra-perundingan disebut tetap digelar tanpa kehadiran delegasi Iran.
Sementara itu, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran menyatakan partisipasi Teheran dalam putaran baru perundingan di Swiss bertujuan memastikan implementasi Nota Kesepahaman (MoU) Islamabad. Ia menegaskan, negosiasi menuju kesepakatan final tidak dapat dimulai kecuali lima poin utama dalam dokumen tersebut telah dilaksanakan.
Dalam pernyataan pada hari Minggu, Esmaeil Baqaei—yang juga bertindak sebagai juru bicara delegasi perunding Iran di bawah pimpinan Ketua Parlemen Mohammad Baqer Qalibaf—mengatakan pertemuan di Swiss difokuskan untuk memantau pelaksanaan komitmen yang disepakati dalam MoU Islamabad yang ditandatangani pada 18 Juni.
Baqaei menjelaskan agenda satu hari itu mencakup pertemuan terpisah pada pagi hari antara delegasi Iran dengan mediator dari Qatar dan Pakistan. Agenda kemudian dilanjutkan dengan pertemuan segiempat pada sore hari yang melibatkan perwakilan dari Iran, AS, Qatar, dan Pakistan.
Ia juga menyebut Iran langsung mengawal implementasi nota kesepahaman tersebut segera setelah penandatanganan. “Mengimplementasikan suatu dokumen jauh lebih penting daripada sekadar menandatanganinya,” ujar Baqaei. “Proses diplomatik untuk mencapai suatu hasil adalah satu hal, tetapi masalah yang jauh lebih penting adalah memastikan pelaksanaannya berjalan,” tambahnya.