Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baqaei, menyatakan Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi telah tiba di Islamabad, Pakistan, untuk melakukan pertemuan dengan pejabat tinggi Pakistan. Baqaei menegaskan tidak ada agenda pertemuan langsung dengan pihak Amerika Serikat dalam kunjungan tersebut.
Kunjungan Araghchi berlangsung di tengah upaya Pakistan yang terus mendorong mediasi guna meredakan ketegangan antara Iran dan AS. Dalam pernyataannya melalui platform media sosial X, Baqaei menyebut pertemuan di Islamabad merupakan bagian dari peran aktif Pakistan dalam menjembatani konflik, sekaligus membantu menghentikan aksi agresi Amerika dan mengembalikan stabilitas kawasan.
“Tidak ada pertemuan yang direncanakan antara Iran dan AS. Pandangan Iran akan disampaikan kepada Pakistan,” kata Baqaei.
Sementara itu, dari pihak AS, Juru Bicara Gedung Putih Karoline Leavitt mengatakan utusan khusus Steve Witkoff dan Jared Kushner dijadwalkan bertolak ke Pakistan untuk melakukan pembicaraan dengan perwakilan Iran.
“Saya dapat memastikan bahwa utusan khusus Steve Witkoff dan Jared Kushner akan ke Pakistan lagi besok pagi untuk terlibat dalam pembicaraan langsung, dimediasi oleh pihak Pakistan yang telah menjadi mediator luar biasa sepanjang proses ini, dengan perwakilan dari delegasi Iran,” kata Leavitt kepada Fox News.
Leavitt menambahkan Wakil Presiden AS J.D. Vance tetap berada di dalam negeri, meski terus mengikuti perkembangan proses tersebut.
Di sisi lain, Pakistan disebut semakin intens mendorong kelanjutan perundingan putaran kedua antara Iran dan AS. Sejumlah sumber menyebut dialog lanjutan itu berpotensi membuka jalan bagi negosiasi berikutnya, setelah pertemuan awal yang digelar di Islamabad pada 11–12 April belum menghasilkan kesepakatan.
Upaya tersebut merupakan kelanjutan dari gencatan senjata selama dua pekan yang dimediasi Pakistan sejak 8 April, yang kemudian diperpanjang tanpa batas waktu oleh Presiden AS Donald Trump.