Penyanyi Huong Tram akhirnya angkat bicara setelah video musik (MV) terbarunya, “Nghe An Girl” (juga disebut “Gai Nghe”), memicu perdebatan di media sosial. Salah satu sorotan utama adalah penggunaan citra “ikan kayu”, detail yang menuai kritik dari sebagian warganet.
Melalui unggahan di halaman pribadinya, Huong Tram menyampaikan terima kasih kepada masyarakat di kampung halamannya atas dukungan dan penerimaan terhadap karya tersebut. Ia menegaskan proyek ini dibuat sebagai ungkapan cinta dan rasa terima kasihnya kepada Provinsi Nghe An, wilayah yang menurutnya menyimpan banyak nilai sejarah dan budaya serta dikenal dengan masyarakatnya yang tangguh.
Huong Tram juga menekankan bahwa Nghe An bukan hanya tanah kelahiran banyak tokoh dan pahlawan, tetapi juga tempat lahirnya lagu-lagu rakyat Nghe Tinh. Ia menilai melodi rakyat yang sederhana itu perlu dijaga dan diperkenalkan kepada generasi muda melalui bentuk ekspresi yang lebih baru.
Terkait citra “ikan kayu” yang menjadi perdebatan, Huong Tram menyatakan bahwa elemen tersebut tidak dimaksudkan sebagai simbol kemiskinan. Menurutnya, “ikan kayu” justru merepresentasikan aspirasi dan daya tahan masyarakat Nghe An.
“Orang-orang masih menyebut provinsi Nghe An dengan legenda ‘ikan kayu,’ tetapi bagi Tram, itu bukanlah kisah kemiskinan, melainkan simbol kemauan keras. Itu mewakili anak-anak yang tumbuh dalam kesulitan tetapi selalu membawa dalam diri mereka keinginan untuk belajar dan mengatasi keadaan mereka,” tulisnya.
Ia turut menceritakan proses produksi MV yang dilakukan di kampung halamannya. Huong Tram menyebut pengambilan gambar berlangsung di tengah cuaca badai berkepanjangan, namun ratusan warga setempat tetap menunggu dari siang hingga sore untuk mendukung kru menyelesaikan syuting. Ia mengatakan akan selalu mengingat dukungan tersebut dan menegaskan telah “mencurahkan segenap hati dan jiwa” untuk menjadikan karya itu sebagai hadiah bagi tanah kelahirannya.
Sebelumnya, MV “Nghe An Girl” menuai kontroversi setelah peneliti budaya Trần Mạnh Cường menyatakan keberatan terhadap pemanfaatan citra “ikan kayu”. Ia berpendapat, anekdot tersebut berkaitan dengan kondisi sejarah sulit yang pernah dialami masyarakat Nghe An, namun seiring waktu berkembang menjadi stereotip yang kerap digunakan untuk mengejek atau dilekatkan pada karakter penduduk setempat. Karena itu, memasukkan citra tersebut ke dalam produk hiburan massal dinilai berisiko memperkuat prasangka, alih-alih merayakan identitas budaya.
Di sisi lain, ada pula pandangan yang menyatakan tim produksi tidak berniat mengejek atau mengeksploitasi unsur komedi. Menurut pendapat ini, “ikan kayu” dan berbagai gambar keseharian lainnya digunakan sebagai materi budaya untuk menghadirkan kembali memori, identitas, dan semangat masyarakat Nghe An melalui bahasa musik kontemporer.
Pada peluncuran MV sebelumnya, Huong Tram juga menegaskan “Nghe An Girl” merupakan proyek penghormatan untuk kampung halaman. Ia menyebut karya tersebut terinspirasi dari nasihat ayahnya, Pham Tien Dung, yang mendorongnya melakukan sesuatu yang bermakna sebagai bentuk terima kasih kepada tempat kelahiran, sekaligus menjadi motivasi untuk menciptakan produk yang kental dengan budaya Nghe An.