BERITA TERKINI
Guitar Experience 2026 Digelar di Jakarta, Hadirkan Pameran, Komunitas, dan Panggung Gitaris Ternama

Guitar Experience 2026 Digelar di Jakarta, Hadirkan Pameran, Komunitas, dan Panggung Gitaris Ternama

JAKARTA — Guitar Experience 2026 digelar di Lippo Mall Nusantara, Jakarta Pusat, pada 16–19 April. Memasuki edisi ketujuh, acara ini disebut menjadi ruang temu bagi gitaris dan kolektor gitar di Indonesia, sekaligus ajang jual-beli instrumen, aksesori, dan layanan terkait.

Selain pameran, Guitar Experience 2026 juga diposisikan sebagai panggung bagi ekosistem musik lokal untuk berkembang. Sejumlah musisi turut hadir meramaikan acara, termasuk Pongki Barata yang datang pada pembukaan. Ia menyebut momentum ini sebagai perayaan besar bagi komunitas gitar yang selama ini tersebar di berbagai wilayah.

“Acara lebarannya gitaris. Eh, gitarisnya lebaran. Kumpul semua gitaris,” kata Pongki.

Pongki juga mengapresiasi konsep yang dibangun penyelenggara, Djuned Kusuma. Menurutnya, Guitar Experience 2026 berhasil menjembatani kepentingan bisnis distributor besar dengan gairah komunitas musik akar rumput melalui format yang memadukan pertemuan komunitas dan pameran.

“Konsepnya community gathering tapi exhibition. Jadi, Mas Djuned ini punya cita-cita, punya acara eksibisi gitar yang mengumpulkan semua seller, distributor, dan brand yang ada di Indonesia dalam satu ruangan, yang hasilnya bisa dinikmati sama komunitas gitar dan masyarakat umum,” ujar Pongki.

Gitaris Sheila on 7, Eros Candra, menilai pameran ini memberi ruang yang membuat para kolektor dan pencinta gitar merasa mendapat pengakuan. Berada di tengah ratusan gitaris lain, ia menyebut suasana tersebut menjadi tempat yang tepat untuk menyalurkan ketertarikan pada detail teknis instrumen.

“Biar para gitaris itu tidak merasa aneh di rumah. Kalau ketemu orang lebih aneh, kita jadi kayak normal,” seloroh Eros.

Eros juga menyoroti kelengkapan aksesori dan layanan teknis di lokasi acara. Ia menilai ketersediaan komponen yang tidak mudah ditemukan di pasaran menjadi daya tarik bagi musisi profesional yang membutuhkan pengaturan instrumen panggung secara presisi.

Dari sisi inovasi, Baim memperkenalkan produk lokal “Baim Moodman”, pedal efek yang ia rancang dan dikenalkan ke publik melalui Guitar Experience 2026. Ia juga menilai kolaborasi lintas instrumen, termasuk kehadiran komunitas drum pada tahun ini, membuat atmosfer acara lebih dinamis, sekaligus mendorong musisi Indonesia untuk menciptakan perangkat musik sendiri.

Bagi Djuned Kusuma, penyelenggaraan Guitar Experience yang dimulai sejak 2017 dan terus berkembang menjadi capaian tersendiri. Pada edisi 2026, sekitar 70 stan dari berbagai jenama dunia turut memadati area pameran, di antaranya Fender, Gibson, Yamaha, NUX, Boss, Dunlop, Zoom, hingga Blackstar.

Meski menghadapi tantangan logistik dan operasional, Djuned menyatakan komitmennya untuk terus mendukung industri musik melalui semangat “In Guitar We Trust”, seiring pertumbuhan jumlah peserta yang meningkat berkali lipat sejak edisi perdana.

“In Guitar We Trust. Mudah-mudahan acara ini semakin gede lagi ke depannya,” kata Djuned.

Di tengah rangkaian acara, Pongki Barata juga merilis album khusus gitar dalam format fisik (CD) yang disebut hanya tersedia secara eksklusif selama pameran berlangsung. Sementara itu, panggung spesial turut menampilkan sejumlah gitaris kenamaan, seperti Dewa Budjana, Andre Dinuth, Takayoshi Ohmura, Eet Sjahranie, Balawan, hingga Andra Ramadhan.