Gubernur Sumatra Barat Mahyeldi melakukan kunjungan kerja ke Jepang selama lima hari ke depan. Informasi ini mencuat setelah perwakilan Pemerintah Provinsi Sumbar menemui massa mahasiswa yang berunjuk rasa di depan Kantor Gubernur pada Senin.
Dalam aksi tersebut, mahasiswa mendesak agar dapat masuk dan bertemu langsung dengan gubernur serta wakil gubernur untuk menyampaikan aspirasi. Namun, pada saat demonstrasi berlangsung, kepala daerah tidak berada di tempat.
Asisten I Pemerintahan Pemprov Sumbar Ahmad Zakri menyampaikan kepada massa bahwa Mahyeldi sedang berada di Jepang, sementara Wakil Gubernur Sumbar tengah melakukan kunjungan dinas ke Kabupaten Agam. “Pak gubernur sedang ke Jepang, sedangkan wagub ke Kabupaten Agam,” kata Ahmad Zakri di hadapan massa.
Situasi sempat memanas ketika terjadi dorong-mendorong antara massa yang berupaya menerobos barikade aparat keamanan di kantor gubernur.
Sekretaris Daerah Pemprov Sumbar Arry Yuswandi turut membenarkan agenda kunjungan kerja Mahyeldi ke Jepang. Ia mengatakan gubernur dijadwalkan berada di negara tersebut hingga 20 Juni 2026. “Pak gub kunker sampai tanggal 20,” ujarnya.
Menurut Arry, kunjungan kerja itu dilakukan untuk memenuhi undangan dari Asean Development Bank (ADB). Dalam pertemuan tersebut, sejumlah isu akan dibahas, di antaranya terkait ekonomi hijau (green economy) dan obligasi.