BERITA TERKINI
for Revenge Hadapi Tantangan Baru dengan Proyek Soundtrack Film

for Revenge Hadapi Tantangan Baru dengan Proyek Soundtrack Film

Band asal Bandung, for Revenge, mendapatkan pengalaman baru dalam perjalanan karier mereka setelah dipercaya menggarap soundtrack sebuah film. Proyek ini berawal dari ide kolaborasi bersama Sony Music Entertainment Indonesia, yang kemudian membuka peluang bagi for Revenge untuk menjajal proses kreatif berbeda dari biasanya.

Gagasan tersebut muncul dari diskusi santai antara personel for Revenge dan tim A&R Sony Music Entertainment Indonesia. Dalam perbincangan yang juga menyinggung rencana kolaborasi ke depan serta kebutuhan konser Titik Sadrah, tim A&R melemparkan wacana agar for Revenge mencoba mengisi soundtrack film.

A&R Sony Music Entertainment Indonesia, Keke Kananta, mengatakan ide itu langsung disambut positif oleh para personel band. Meski belum pernah menjalani proyek serupa, mereka menilai kesempatan tersebut menarik sebagai langkah baru dalam berkarya.

“Berawal dari obrolan, 'What's next?' nih bareng teman-teman for Revenge. Hampir semua teman-teman for Revenge dan kami dari tim A&R Sony Music ikut ngobrol. Kebetulan kami lagi sering ngumpul untuk kebutuhan konser Titik Sadrah. Kami ngobrol sana-sini soal apa saja yang pernah kami lakukan, kolaborasi, dan lain-lain. Terus kami ditanya, 'Kalau menggarap soundtrack, mungkin enggak sih?' Tanggapan mereka saat itu positif. Mereka bilang, 'Bagus juga nih,'” kata Keke Kananta.

Selama ini, karya-karya for Revenge yang digawangi Boniex dikenal banyak lahir dari pengalaman pribadi maupun pengamatan terhadap kehidupan di sekitar. Namun, menggarap lagu untuk film menghadirkan tantangan berbeda karena mereka perlu menyesuaikan lagu dengan alur cerita dan emosi yang dibangun di layar.

Boniex menegaskan, for Revenge bersedia menerima proyek soundtrack selama proses kreatifnya tidak bertentangan dengan identitas band. Ia menilai kesempatan ini sekaligus menjadi ruang untuk menguji kemampuan mereka sebagai musisi.

“Menurut kami, selama memang enggak dipaksakan dan masih masuk dengan karya-karya kami. Buat kami, ini juga sebuah tantangan. Apakah kami bisa bekerja sama dengan sebuah proyek film, diberi kesempatan untuk menulis karya berdasarkan sebuah cerita film, tentu enggak mudah. Terlebih, biasanya kami membuat karya berdasarkan apa yang kami lihat dan kami alami,” ujar Boniex.

Perbedaan mendasar antara membuat lagu reguler dan soundtrack, menurut mereka, terletak pada sumber inspirasi. Jika biasanya for Revenge menulis dari pengalaman pribadi, kali ini mereka perlu memahami jalan cerita serta emosi karakter agar lagu yang dihasilkan mampu memperkuat pengalaman menonton.

Meski judul film maupun lagu yang akan dibawakan belum diungkap, proyek ini disebut menjadi tonggak baru bagi for Revenge. Kepercayaan untuk mengisi soundtrack film dinilai menunjukkan karakter musik mereka dianggap cukup kuat untuk mendukung kebutuhan sebuah karya layar lebar.