Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Provinsi Maluku Utara menggelar Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) 2026 di Aula SMA Negeri 5 Ternate, Sabtu (13/6/2026). Kegiatan ini menjadi ajang seleksi untuk menjaring siswa terbaik yang akan mewakili Maluku Utara pada kompetisi tingkat nasional.
Pembukaan FLS3N dilakukan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Maluku Utara, Abubakar Abdullah. Acara tersebut turut dihadiri jajaran Dikbud, kepala cabang dinas, serta para kepala sekolah dari berbagai daerah.
Dalam sambutannya, Abubakar menyampaikan apresiasi atas meningkatnya jumlah peserta. Berdasarkan data pada portal penyelenggara, peserta yang terdaftar tahun ini mencapai 357 orang, naik signifikan dibandingkan tahun sebelumnya yang berkisar sekitar seratus peserta.
Meski demikian, ia menilai partisipasi sekolah masih perlu ditingkatkan karena belum seluruh satuan pendidikan di Maluku Utara terlibat. Menurutnya, ajang seni dan sastra berperan penting dalam membangun karakter peserta didik, menciptakan ekosistem pendidikan yang sehat, serta mengajarkan tata kelola kegiatan yang baik.
“Keaktifan dan keterlibatan peserta sudah meningkat, tetapi tahun depan harus terus ditingkatkan sehingga lebih banyak sekolah di Maluku Utara dapat berpartisipasi dalam seluruh event yang telah ditetapkan secara nasional,” ujar Abubakar.
Abubakar juga meminta dewan juri menjaga profesionalisme selama proses penilaian agar peserta yang terpilih benar-benar memiliki kompetensi dan mampu bersaing di tingkat nasional. Ia menyatakan optimistis seleksi akan berjalan objektif dan menghasilkan wakil terbaik bagi Maluku Utara.
Sementara itu, Amrin menjelaskan FLS3N merupakan pengembangan dari Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) yang rutin digelar setiap tahun. Seiring perkembangan kebijakan pendidikan nasional, sejak 2025 kegiatan tersebut dikembangkan menjadi Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N).
Menurut Amrin, penyelenggaraan FLS3N bertujuan menjaring talenta terbaik di bidang seni dan sastra untuk mewakili Maluku Utara pada tingkat nasional. “Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan mampu melestarikan seni budaya daerah, membentuk karakter peserta didik yang kreatif dan mandiri, serta meningkatkan apresiasi terhadap seni dan sastra di kalangan pelajar,” ujarnya.