BERITA TERKINI
Festival Musik dan Nyanyian Rakyat Tiga Wilayah 2026 Tampilkan Ragam Warisan Budaya Vietnam

Festival Musik dan Nyanyian Rakyat Tiga Wilayah 2026 Tampilkan Ragam Warisan Budaya Vietnam

Lagu-lagu rakyat menjadi salah satu bentuk penting warisan budaya tak benda Vietnam. Tradisi ini tumbuh dari kerja keras, kehidupan sehari-hari, komunikasi, serta kreativitas artistik masyarakat lintas generasi. Dalam perjalanan sejarahnya, lagu rakyat hadir sebagai bagian tak terpisahkan dari kehidupan budaya nasional, sekaligus merefleksikan pemikiran, perasaan, adat istiadat, tradisi, kepercayaan, dan aspirasi masyarakat Vietnam.

Dengan kekayaan melodi dan gaya ekspresi yang beragam, lagu-lagu rakyat dari berbagai wilayah membentuk mozaik budaya Vietnam. Di antaranya Quan Ho dari Bac Ninh, nyanyian Xoan dari Phu Tho, Vi dan Giam dari Nghe Tinh, lagu-lagu rakyat Hue, Bai Choi dari Vietnam Tengah, lagu-lagu rakyat sungai, Ly dari Vietnam Selatan, Don Ca Tai Tu, hingga lagu-lagu rakyat komunitas etnis minoritas. Seluruhnya menjadi bagian dari identitas budaya yang terpadu di tengah keberagaman 54 kelompok etnis di Vietnam.

Melalui rangkaian program seni yang dipentaskan dalam Festival Musik dan Nyanyian Rakyat Tiga Wilayah 2026, kelompok-kelompok seni amatir memperkenalkan ciri khas lagu rakyat dari daerah masing-masing. Festival ini juga diarahkan untuk menumbuhkan kecintaan pada warisan budaya tradisional, membangkitkan kebanggaan nasional, serta meningkatkan kesadaran pelestarian identitas budaya di berbagai lapisan masyarakat, terutama generasi muda.

Grup Kesenian Rakyat Kota Hue sebagai unit penyelenggara menampilkan sejumlah pertunjukan yang menonjolkan identitas budaya bekas ibu kota tersebut. Di antaranya rangkaian lagu rakyat “Tanah Air Bergema dengan Lagu-lagu yang Didedikasikan untuk Partai”, pertunjukan Chau Van “Mengenang Jasa Huyen Tran”, tarian “Oh Kerang! Oh Kerang...”, “Mari ke Hue Bersamaku”, pertunjukan instrumental “Melodi Wilayah Huong Ngu”, serta nyanyian penumbuk beras “Tanah Air di Hari Raya”. Ragam bentuk penyajian ini menghidupkan kembali keindahan lagu-lagu rakyat Hue dan mendapat sambutan meriah dari penonton.

Dari Vietnam Selatan, Kelompok Kesenian Rakyat Provinsi An Giang membawakan program bertema “An Giang - Sebuah Lagu Refleksi Diri”. Melalui lima pertunjukan yang memadukan nyanyi, tari, dan solo alat musik tradisional, program tersebut menggambarkan An Giang dengan melodi rakyat sederhana khas Vietnam Selatan, unsur budaya masyarakat Cham, serta nuansa musik tradisional wilayah selatan. Gambaran tentang manusia, alam, dan ritme kehidupan di daerah yang kaya tradisi budaya itu turut dihadirkan dalam panggung.

Sementara itu, Kelompok Kesenian Rakyat Provinsi Gia Lai menampilkan program “Gia Lai - Tanah Kisah Epik” yang terdiri dari lima pertunjukan. Rangkaian tersebut meliputi karya musik gong “Gong Bercerita tentang Hutan Raya”, narasi Jrai “Kisah-Kisah di Rumah Komunal”, lagu rakyat Jrai “Glong Roi Glong Mo Oi”, duet pria-wanita “Malam Festival Gong”, serta ansambel instrumental “Merayakan Musim Gembira di Hari Desa Baru”. Pertunjukan-pertunjukan ini menghadirkan suasana Dataran Tinggi Tengah melalui bunyi gong dan gendang, tradisi bercerita di dekat perapian rumah komunal, serta aktivitas komunitas yang menonjolkan perubahan desa dan kehidupan yang kian makmur.

Grup Kesenian Rakyat Kota Hanoi mengusung tema “Thang Long - Konvergensi Intisari Vietnam”. Program yang disajikan memadukan berbagai bentuk seni tradisional, mulai dari ansambel alat musik rakyat, Hanoi Xam, Vi dan Giam dari Nghe Tinh, lagu-lagu rakyat Selatan, hingga medley lagu rakyat dari tiga wilayah Vietnam. Pementasan ini menonjolkan semangat pertukaran budaya antarwilayah.

Dari wilayah utara, Grup Kesenian Rakyat Provinsi Lang Son mempersembahkan program “Keharuman dan Warna Musim Semi di Lang Son” yang bertumpu pada melodi rakyat khas etnis Nung dan Tay serta bentuk kesenian rakyat lainnya. Lima pertunjukan yang ditampilkan meliputi ansambel kecapi Tinh “Melodi Tanah Air”, nyanyian Sli Soong Hao “Pertemuan Cinta”, nyanyian kuno Nung mo: Sinh Slay “Mengundang Guru”, nyanyian kuno Then: Pu Va Pu Bjooc “Mekarnya Bunga Sang Bidan”, serta lagu dan tarian “Janji Sli”. Melalui festival ini, kelompok tersebut berharap dapat mempromosikan budaya Lang Son, menegaskan vitalitas kesenian rakyat dalam kehidupan kontemporer, dan berkontribusi pada pelestarian nilai budaya tradisional komunitas etnis Vietnam.

Kelompok Kesenian Rakyat Provinsi Son La turut hadir lewat program “Warna Tanah Air” yang berisi enam pertunjukan. Program ini mengajak penonton memasuki ruang budaya khas komunitas etnis di Son La, mulai dari bunyi kecapi Tinh dan melodi rakyat etnis Thai, Dao, Lao, dan Khmu hingga pertunjukan yang memuji tanah air, negara, dan Presiden Ho Chi Minh. Setiap pementasan menampilkan persiapan yang cermat dan memperluas jangkauan pengenalan budaya tradisional wilayah Barat Laut.

Dengan berkumpulnya para pengrajin, seniman, dan penampil amatir dari berbagai daerah, Festival Musik dan Nyanyian Rakyat Tiga Wilayah 2026 tidak hanya menjadi perayaan seni rakyat. Ajang ini juga disebut berkontribusi pada terwujudnya kebijakan Partai dalam membangun dan mengembangkan budaya Vietnam yang maju serta kaya identitas nasional.