Federasi Sepak Bola Palestina (PFA) membantah sekaligus menolak keras isu rencana pertandingan persahabatan antara tim nasional U-15 Palestina melawan Israel yang disebut-sebut akan digelar di Amerika Serikat.
Kabar tersebut sebelumnya muncul dalam laporan media internasional yang menyebut FIFA tengah menyiapkan festival sepak bola di Amerika Serikat pada September mendatang. Dalam laporan itu, pertandingan Palestina versus Israel disebut dipertimbangkan sebagai laga pembuka dalam format turnamen mini.
PFA menegaskan hingga kini tidak ada komunikasi resmi maupun proposal yang diterima terkait agenda tersebut. Menurut PFA, wacana itu dinilai mengabaikan tragedi kemanusiaan yang masih berlangsung di Gaza.
Dalam pernyataan resminya yang dirilis pada Kamis waktu setempat, PFA menyatakan keberatan dan kemarahannya atas isu tersebut. “Di bawah situasi saat ini, PFA dengan tegas menolak setiap upaya untuk mempromosikan atau memaksakan pertandingan dengan kekuatan pendudukan yang secara sistematis menargetkan atlet Palestina dan infrastruktur olahraga Palestina,” tulis PFA melalui akun media sosial resminya.
PFA menyebut laporan yang beredar tidak akurat dan menegaskan akan tetap menolak jika tawaran serupa diajukan secara resmi. Federasi Palestina juga melabeli rencana itu sebagai bentuk sportswashing, yakni upaya menggunakan olahraga untuk memperbaiki citra di tengah konflik atau kontroversi.
Penolakan tersebut, menurut PFA, terkait langsung dengan dampak konflik sejak Oktober 2023 terhadap komunitas olahraga Palestina. PFA menyatakan serangan militer di Gaza telah menewaskan lebih dari 73.000 warga Palestina dan membuat jutaan orang kehilangan tempat tinggal.
Di sektor olahraga, PFA mengklaim lebih dari 1.000 atlet Palestina dari berbagai cabang olahraga turut menjadi korban jiwa selama periode tersebut. Dalam konteks ini, PFA juga menuntut akuntabilitas FIFA atas dugaan pelanggaran regulasi internasional.
Selain itu, laporan mengenai festival sepak bola tersebut juga menyebut kemungkinan mengundang seluruh 211 anggota FIFA, termasuk peluang partisipasi Rusia yang saat ini masih menjalani sanksi internasional.