Anggota Komisi VIII DPR RI Dini Rahmania meminta pengawasan terhadap agenda tambahan jamaah haji diperketat menyusul kecelakaan bus yang dialami rombongan jamaah saat perjalanan wisata ke Jabal Magnet di Arab Saudi. Menurutnya, peristiwa tersebut menjadi pengingat bagi semua pihak untuk meningkatkan pengawasan dalam kegiatan di luar rangkaian utama.
“Keselamatan jamaah harus tetap menjadi prioritas dalam setiap aktivitas, baik yang difasilitasi pemerintah maupun kegiatan tambahan,” kata Dini pada Rabu (29/4/2026).
Dini menjelaskan, pemerintah pada dasarnya telah memfasilitasi kegiatan ziarah sebagai bagian dari layanan jamaah, di antaranya kunjungan ke Masjid Quba, Masjid Qiblatain, dan kawasan Jabal Uhud.
Di luar kegiatan yang difasilitasi tersebut, ia menilai agenda tambahan tetap menjadi bagian dari kebutuhan jamaah. Namun, pelaksanaannya perlu dikelola secara bertanggung jawab oleh penyelenggara.
Dalam konteks ini, Dini menekankan pentingnya peran Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) untuk memastikan dan bertanggung jawab atas aspek keamanan, keselamatan, kelayakan transportasi, serta pendampingan jamaah.
Ia juga menyampaikan keprihatinan atas kejadian tersebut dan meminta perhatian serius agar tidak ada lagi kecelakaan yang menimpa rombongan jamaah dalam kegiatan di luar rangkaian resmi penyelenggaraan haji 2026.