BERITA TERKINI
Dinkes Brebes Jelaskan Rapat Evaluasi Program Kesehatan di Karanganyar yang Disorot Anggaran dan Agenda Wisata

Dinkes Brebes Jelaskan Rapat Evaluasi Program Kesehatan di Karanganyar yang Disorot Anggaran dan Agenda Wisata

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Brebes menjadi sorotan setelah muncul informasi alokasi anggaran sekitar Rp 129,3 juta untuk kegiatan rapat evaluasi program kesehatan di luar daerah yang disebut turut diisi agenda wisata menggunakan jeep di Kabupaten Karanganyar.

Berdasarkan data pada Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) melalui laman https://spse.inaproc.id/brebeskab, paket kegiatan tersebut tercatat sebagai biaya rapat atau pertemuan di luar kantor dengan nomor paket 10883246000. Anggaran yang disediakan sebesar Rp 129.350.000 dan disebut bersumber dari APBD 2026.

Dalam data paket itu, kegiatan dimenangkan oleh penyedia bernama Dita Surya Pratama yang beralamat di Jalan Kota Baru Raya RT 007/019 Brebes. Nilai penawaran tercatat Rp 129.241.740, dengan hasil negosiasi Rp 128.998.650.

Dokumen pekerjaan menyebut pelaksana diminta menyediakan kebutuhan untuk kegiatan pendampingan, koordinasi, dan evaluasi Pemeriksaan Kesehatan Gratis atau pertemuan evaluasi pelaksanaan CKG tingkat kabupaten. Rincian pekerjaan meliputi penyediaan penginapan fullboard sesuai spesifikasi teknis, ruang rapat sesuai ketentuan teknis, serta konsumsi peserta sesuai volume pekerjaan.

Peserta kegiatan berasal dari tenaga kesehatan yang mewakili seluruh puskesmas di Kabupaten Brebes. Setiap puskesmas mengirimkan lima orang peserta. Meski agenda utamanya rapat evaluasi, para peserta juga disebut mengikuti kegiatan wisata dengan menaiki jeep selama berada di Karanganyar.

Kepala Dinas Kesehatan Brebes, Heru Padmono, menjelaskan kegiatan tersebut digelar untuk memperkuat pelaksanaan program Cek Kesehatan Gratis. Ia menegaskan anggaran kegiatan itu, menurutnya, bukan berasal dari APBD, melainkan dari Dana Alokasi Khusus (DAK) yang memiliki petunjuk teknis penggunaan.

Heru menyebut peserta kegiatan berasal dari kepala puskesmas dan tim CKG tingkat kabupaten, dengan komposisi lima tenaga kesehatan dari masing-masing 38 puskesmas. Ia menyatakan program tersebut merupakan program pemerintah pusat sehingga anggarannya berasal dari pusat.

Terkait pemilihan lokasi di Kabupaten Karanganyar, Heru mengatakan keputusan tersebut mempertimbangkan kemampuan anggaran yang tersedia. Ia juga menyebut kegiatan dilaksanakan pada Jumat-Sabtu pekan sebelumnya dengan agenda menginap.

Heru menambahkan, pelaksanaan di Karanganyar juga diklaim sebagai bentuk efisiensi karena dapat sekaligus dimanfaatkan untuk memantau petugas kesehatan haji yang sedang bertugas. Menurut dia, pihaknya juga dapat berkunjung ke Donohudan (asrama haji) pada saat yang bersamaan dengan adanya kegiatan penjemputan jemaah haji.

Selain itu, Heru menjelaskan dana dari DAK harus dimanfaatkan sesuai peruntukannya. Ia menyebut DAK berbeda dengan APBD yang memungkinkan penggeseran anggaran. Menurutnya, DAK yang sudah dipagu apabila tidak digunakan dapat hangus. Ia menyatakan dana tersebut berasal dari Kementerian Kesehatan dan telah diajukan sejak 2025.

Heru juga menyampaikan agenda di Karanganyar diklaim berguna untuk mengenalkan program prioritas Bupati Brebes terkait pelayanan tenaga kesehatan dari rumah ke rumah, serta disebut sebagai bagian dari efisiensi anggaran sosialisasi program tersebut.