BERITA TERKINI
Denny JA Tanggapi Penolakan Satupena di Payakumbuh: Bedakan Satupena dan Puisi Esai

Denny JA Tanggapi Penolakan Satupena di Payakumbuh: Bedakan Satupena dan Puisi Esai

Ketua Umum Satupena, Denny JA, menanggapi pernyataan yang beredar mengenai penolakan kehadiran Satupena di Kota Payakumbuh. Ia menyatakan menghargai sikap para penyair di Payakumbuh sebagai bentuk penggunaan hak menyatakan pendapat yang dijamin bagi setiap warga negara.

Namun, Denny mengatakan ada sejumlah hal yang perlu diluruskan, terutama terkait pemahaman yang menurutnya mencampuradukkan Satupena dengan puisi esai. Ia menegaskan, Satupena dan puisi esai merupakan dua entitas yang berbeda, meski dirinya terlibat di keduanya sebagai ketua umum.

Soal Opini dan Fakta

Denny menyebut pandangan para penandatangan pernyataan terkait puisi esai merupakan wilayah opini. Menurutnya, opini adalah ruang bebas dan setiap orang berhak memiliki serta menyampaikan pendapat. Dalam konteks ini, ia mengaku berbeda pandangan dengan 12 orang penandatangan pernyataan tersebut mengenai puisi esai.

Meski demikian, Denny menekankan bahwa hal yang berkaitan dengan fakta perlu dibetulkan bila terjadi kekeliruan.

Penjelasan tentang Satupena

Denny menjelaskan Satupena adalah Organisasi Perkumpulan Penulis Indonesia yang berdiri sejak 2017. Keanggotaannya mencakup penulis sastra, penulis buku ilmiah, penulis nonfiksi, jurnalis, penulis blog, serta penulis lainnya. Ia juga menyebut di antara anggotanya terdapat tokoh nasional yang dikenal oleh masyarakat di Payakumbuh.

Menurut Denny, Satupena dibentuk dengan semangat mewadahi penulis dan memberikan dukungan profesional, perluasan jaringan, publikasi karya, serta advokasi hak-hak penulis.

Posisi Denny di Satupena

Denny menambahkan, dirinya bukan pendiri dan belum menjadi anggota Satupena ketika organisasi itu berdiri. Ia baru menjadi anggota sekaligus Ketua Umum sejak 2021, dengan masa jabatan hingga 2026.

Ia menegaskan, setelah masa jabatannya berakhir, Satupena akan tetap berjalan dan ketua umum akan dipilih dari penulis lain. Denny menyebut semua anggota memiliki peluang menjadi ketua, termasuk 12 orang penandatangan pernyataan tersebut apabila mendapatkan dukungan anggota Satupena.

Kerja Sama di Payakumbuh dan Isu Museum Yu Dafu

Denny menilai wajar jika Pejabat Wali Kota Payakumbuh bersedia bekerja sama dengan Satupena Sumbar dalam rencana membangun museum Yu Dafu, penulis asal China yang pernah tinggal di Payakumbuh. Ia menyebut Satupena memiliki ruang lingkup nasional dan anggotanya adalah warga Indonesia.

Perbedaan dengan Komunitas Puisi Esai

Denny juga membedakan Satupena dengan Komunitas Puisi Esai. Menurutnya, komunitas puisi esai memiliki anggota yang tersebar hingga negara-negara ASEAN. Ia mencontohkan kegiatan puisi esai di Sabah, Malaysia, yang disebutnya telah tiga kali diselenggarakan dan dibiayai pemerintah Malaysia.

Penolakan dan Sikap Denny

Denny menyatakan, jika keberatan para penyair di Payakumbuh ditujukan pada kehadiran puisi esai, hal itu merupakan urusan internal para penyair di Payakumbuh. Ia memandang perbedaan pendapat sebagai sesuatu yang lazim.

Di akhir pernyataannya, Denny menilai tidak tepat jika kritik terhadap dirinya secara pribadi maupun terhadap puisi esai kemudian digunakan untuk memberi kesan negatif terhadap Satupena.