BERITA TERKINI
Delapan Emiten Gelar RUPS 11 Juni 2026, Agenda dari Dividen hingga Perubahan Pengurus

Delapan Emiten Gelar RUPS 11 Juni 2026, Agenda dari Dividen hingga Perubahan Pengurus

Sebanyak delapan emiten dari berbagai sektor dijadwalkan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) pada Kamis, 11 Juni 2026. Emiten-emiten tersebut adalah PT Bukit Asam Tbk (PTBA), PT Bukalapak.com Tbk (BUKA), PT Daya Intiguna Yasa Tbk (MDIY), PT Pakuwon Jati Tbk (PWON), PT Summarecon Agung Tbk (SMRA), PT Samator Indo Gas Tbk (AGII), PT Bukit Uluwatu Villa Tbk (BUVA), dan PT Pyridam Farma Tbk (PYFA).

Secara umum, agenda yang diusung mencakup pengesahan laporan keuangan, penggunaan laba bersih, penetapan remunerasi direksi dan komisaris, serta penunjukan akuntan publik. Di luar agenda rutin tersebut, sejumlah emiten membawa usulan strategis, mulai dari perubahan anggaran dasar, perubahan susunan pengurus, hingga rencana penjaminan aset dan pelaporan realisasi penggunaan dana dari aksi korporasi.

Perhatian pasar berpotensi tertuju pada PTBA. Emiten tambang batu bara ini mengagendakan persetujuan penggunaan laba bersih tahun buku 2025, perubahan anggaran dasar, serta perubahan susunan pengurus perseroan. Selain itu, PTBA juga membahas pendelegasian kewenangan persetujuan Rencana Jangka Panjang Perusahaan (RJPP) 2026–2030 dan Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) 2027.

Dari sektor teknologi, BUKA memasukkan agenda penggunaan laba bersih dan penunjukan auditor, serta persetujuan pemegang saham terkait pengangkatan kembali atau perubahan susunan direksi dan dewan komisaris. Perseroan juga meminta penegasan kembali pelimpahan kewenangan kepada dewan komisaris untuk melaksanakan penambahan modal dalam rangka Management and Employee Stock Ownership Program (MESOP) II.

MDIY, pemilik jaringan MR.D.I.Y Indonesia, akan menggelar RUPS perdana setelah melantai di bursa. Agenda rapat meliputi penggunaan laba bersih, perubahan anggaran dasar, laporan realisasi penggunaan dana hasil IPO, serta pengangkatan kembali atau perubahan susunan dewan komisaris. Laporan penggunaan dana hasil penawaran umum menjadi salah satu poin yang dapat dicermati pemegang saham untuk melihat realisasi rencana ekspansi.

Di sektor properti, PWON akan menyelenggarakan RUPS Tahunan sekaligus RUPS Luar Biasa. Selain perubahan susunan pengurus, PWON juga mengagendakan perubahan Pasal 3 Anggaran Dasar terkait maksud dan tujuan kegiatan usaha untuk menyesuaikan dengan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) terbaru.

SMRA membawa agenda penggunaan laba bersih dan penunjukan auditor, serta permintaan persetujuan pemegang saham untuk penjaminan aset yang nilainya melebihi 50% dari kekayaan bersih perusahaan. Penjaminan aset tersebut ditujukan untuk memperoleh pendanaan dari lembaga keuangan maupun penerbitan efek non-ekuitas.

PYFA mengagendakan perubahan anggaran dasar yang berkaitan dengan penyesuaian KBLI 2025, pengangkatan kembali atau perubahan susunan dewan komisaris, penyampaian laporan realisasi penggunaan dana, serta penetapan penggunaan laba atau rugi bersih tahun buku 2025.

AGII juga memasukkan agenda penggunaan laba bersih dan penunjukan auditor, serta meminta persetujuan pemegang saham untuk menjaminkan sebagian aset perusahaan guna memperoleh pinjaman dari lembaga keuangan atau perbankan.

Sementara itu, BUVA mengagendakan penggunaan laba bersih, penunjukan auditor, serta laporan realisasi penggunaan dana hasil Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) I.

Keputusan yang dihasilkan dari rangkaian RUPS tersebut berpotensi memberi sinyal mengenai arah kebijakan dan kebutuhan pendanaan masing-masing emiten. Sejumlah agenda seperti perubahan pengurus, penyesuaian anggaran dasar, rencana penjaminan aset, serta evaluasi penggunaan dana aksi korporasi dapat menjadi perhatian pelaku pasar dalam mencermati prospek perusahaan ke depan.