BERITA TERKINI
Dear9three Siapkan Album Debut Tahun Ini, Maxime Bouttier Ingin Eksplorasi Gamelan dan Kolaborasi dengan Isyana Sarasvati

Dear9three Siapkan Album Debut Tahun Ini, Maxime Bouttier Ingin Eksplorasi Gamelan dan Kolaborasi dengan Isyana Sarasvati

Jakarta — Trio modern rock asal Jakarta, Dear9three, tampil sebagai band tribute dalam acara album listening party The Wow! Signal, album terbaru Muse, yang digelar Warner Music Indonesia di COMA, M Bloc Space, Jakarta, Kamis malam, 25 Juni 2026. Penampilan tersebut menghidupkan suasana jelang sesi mendengarkan album, sekaligus memancing aksi sing along dari para penggemar Muse.

Dear9three merupakan proyek band yang dibentuk aktor Maxime Bouttier (vokal/gitar) bersama Archie Arrakhman (bas) dan Arbie Syahrib (drum). Dalam penampilan tribute itu, mereka membawakan sejumlah lagu Muse, termasuk “Time Is Running Out” dan “Stockholm Syndrome”.

Usai acara, para personel menceritakan proses awal terbentuknya Dear9three hingga rencana mereka menyiapkan album penuh perdana. Maxime mengatakan band ini lahir pada Februari 2024. Ide awalnya muncul saat ia banyak mendengarkan Bring Me The Horizon dan Sleep Token, yang mendorongnya menulis materi bernuansa progressive metal, namun tetap menyisakan pengaruh Muse.

Maxime kemudian mengajak Archie, yang diketahui mengidolai teknik permainan bas Christopher Wolstenholme dari Muse. Archie mengaku telah mengenal Maxime lebih dulu lewat proyek band tribute Muse milik Maxime, ZETA, yang aktif mengunggah video cover di YouTube. Menurut Archie, kecocokan antarpersonel membuat proyek yang semula hanya ditujukan untuk satu single berkembang menjadi band yang lebih serius.

Sejak terbentuk, Dear9three telah merilis empat single. Mereka memulai perjalanan lewat “Bright Side Of The Moon” dan “Knife” pada 2024, lalu merilis “Tipu Daya” serta “Gundik”. Lagu “Gundik” juga dipilih menjadi original soundtrack untuk film horor berjudul Gundik.

Kini Dear9three menargetkan album debut rilis tahun ini. Maxime menyebut mereka tengah berdiskusi dengan sejumlah produser musik agar penggarapan album lebih terarah. Album tersebut diperkirakan berisi sekitar 10 hingga 11 lagu.

“Next-nya kita lagi mengajukan ketemu produser supaya semuanya lebih proper. Kalau single itu lebih ke test the water. Sekarang targetnya bikin album, sekitar 10 atau 11 lagu yang benar-benar gila,” kata Maxime.

Ia menambahkan, antusiasmenya untuk segera menuntaskan album meningkat setelah mengikuti listening party album terbaru Muse. “Semoga tahun ini. Demo-demonya sudah ada. Apalagi habis dengar The Wow! Signal, rasanya jadi makin panas buat segera menyelesaikan album,” ujarnya.

Dalam rencana musikal album mendatang, Maxime menyampaikan keinginan mengeksplorasi elemen musik Nusantara. Ia berharap dapat memadukan gamelan dengan aransemen orkestra dan rock modern, serta membutuhkan produser untuk menjaga eksplorasi tetap terarah.

Di sisi lain, Maxime juga menyebut Dear9three tidak akan sepenuhnya bergerak ke arah metal ekstrem karena masih ingin memberi ruang bagi lagu-lagu ballad yang lebih sederhana, termasuk format akustik bertiga. Archie menegaskan fondasi musik Dear9three berada di area alternative rock dan pop, namun band ini tidak ingin terpaku pada satu genre.

Maxime turut mengungkap referensi musik yang membentuk karakternya, mulai dari Muse hingga band-band era nu metal seperti Linkin Park, Limp Bizkit, Korn, dan Slipknot. Ia juga menyebut pengaruh lain seperti Primus, Rage Against the Machine, Led Zeppelin, Queen, dan The Beatles.

Saat ditanya soal kolaborasi impian, Maxime menyebut nama Isyana Sarasvati. Ia mengatakan ketertarikannya muncul karena unsur operatik yang ia sukai, meski ia mengakui kolaborasi tersebut akan menjadi tantangan tersendiri. “Dari dulu gue selalu kepikiran Isyana. Tapi kayaknya itu tantangan besar juga buat gue. Gue suka unsur operatik di beberapa lagu, jadi Isyana salah satu nama yang ada di kepala. Nanti kita lihat juga arahan dari produser,” tuturnya.