BERITA TERKINI
Bupati Garut Dorong Festival Musik Islami Berkelanjutan untuk Dakwah, Pendidikan, dan Ekonomi Daerah

Bupati Garut Dorong Festival Musik Islami Berkelanjutan untuk Dakwah, Pendidikan, dan Ekonomi Daerah

Bupati Garut, Jawa Barat, Abdusy Syakur Amin menyatakan dukungannya agar Festival Seni Musik Islami dapat diselenggarakan secara berkelanjutan. Menurut dia, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi sarana dakwah dan pendidikan nilai budaya bagi generasi muda, tetapi juga berpotensi menggerakkan ekonomi daerah.

Pernyataan itu disampaikan Abdusy Syakur Amin saat membuka Garut Hebat Fest: Festival Bintang Vokalis, Gambus, dan Qasidah Rebana Klasik Tingkat Provinsi Jawa Barat Tahun 2026 di Gedung Pendopo Garut, Selasa. Ia mengatakan pemerintah daerah terbuka terhadap berbagai penyelenggaraan festival, termasuk seni dan budaya, karena dapat mendatangkan banyak orang dari berbagai daerah ke Garut.

Ia menilai kegiatan festival seni musik Islami kali ini turut menarik peserta dari luar daerah untuk tampil. Kehadiran mereka, termasuk aktivitas menginap dan berbagi cerita tentang Garut, dinilai menjadi salah satu dampak yang diharapkan dari penyelenggaraan acara semacam itu.

Abdusy Syakur Amin juga berharap Kementerian Agama dapat menyusun agenda perlombaan seni musik Islami secara berkelanjutan agar dapat menjadi bagian dari kompetisi antarsekolah sebagai upaya pembinaan generasi muda. Ia menilai kegiatan tersebut memuat pesan yang bermanfaat bagi masyarakat, terutama pelajar, untuk mengenal dan lebih mencintai nilai kebudayaan dan kesenian bernuansa Islami.

Menurut dia, salah satu identitas dan keunggulan masyarakat Garut adalah seni budaya yang berbasis nuansa Islami.

Ketua Umum DPW Lembaga Seni dan Qasidah (Lasqi) Nusantara Jaya Provinsi Jawa Barat, KH Maman Imanul Haq, menyampaikan terima kasih atas dukungan Pemerkab Garut terhadap pengembangan seni kasidah. Ia menyebut Garut sebagai salah satu daerah yang konsisten membangun ekosistem seni musik Islami hingga mampu melahirkan prestasi di tingkat nasional melalui kaderisasi festival dan lomba-lomba.

Festival tersebut berlangsung selama dua hari hingga 8 Juli 2026. Kegiatan ini diikuti perwakilan dari 18 kabupaten/kota di Jawa Barat, dengan kategori Bintang Vokalis diikuti 70 peserta solo, serta kategori Qasidah Rebana Klasik yang diikuti 18 grup.