BERITA TERKINI
Budaya Literasi di Kampus Kembali Menggeliat, Mahasiswa Diajak Membaca dan Menulis

Budaya Literasi di Kampus Kembali Menggeliat, Mahasiswa Diajak Membaca dan Menulis

Budaya literasi di lingkungan kampus disebut kembali menggeliat. Wacana ini terlihat dari semakin banyaknya program kerja organisasi kemahasiswaan yang belakangan berkaitan dengan literasi, yang dinilai mulai disadari berperan penting dalam membangun generasi.

Hal tersebut disampaikan Irfan S, mahasiswa Kampus V UNM Parepare, dalam sebuah tulisan opini yang bertujuan menggaungkan isu literasi agar gaungnya tetap terdengar dan berkembang menjadi gerakan di lingkungan kampus.

Tradisi membaca di organisasi kemahasiswaan

Menurut Irfan, budaya literasi sejatinya telah lama hadir di kampus-kampus. Ia mencontohkan pengalaman di komunitas yang ia ikuti, Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), yang sejak lama mendorong kadernya menekuni buku. Aktivitas yang dilakukan antara lain membaca, mendalami bacaan, lalu mempresentasikannya, meski kerap menuntut waktu hingga begadang dan berujung terlambat masuk kuliah.

Irfan juga menyinggung kebiasaan meminjam buku milik senior sebagai bagian dari proses belajar, disertai kisah bahwa ada yang sengaja “lupa” mengembalikannya.

Ia menilai upaya membudayakan membaca juga berlangsung di berbagai organisasi lain, seperti PMII dan IMM, meski dengan metode yang berbeda. Upaya tersebut, menurutnya, berangkat dari pemikiran yang sama: kesadaran literasi yang tinggi menjadi kunci lahirnya mahasiswa atau kader yang dapat diandalkan, termasuk untuk membesarkan lembaga.

Tantangan berikutnya: mengajak mahasiswa menulis

Selain membaca dan mendalami bacaan, Irfan menilai tantangan selanjutnya adalah mendorong mahasiswa untuk menulis. Ia mengajak agar gagasan tidak hanya berhenti sebagai deretan kalimat di dinding media sosial, melainkan dituangkan dalam bentuk tulisan.

Ia menyebut berbagai bentuk tulisan dapat menjadi awal, seperti opini, esai, atau puisi. Dalam opininya, Irfan menekankan pentingnya memulai menulis sejak sekarang.

Ajakan membuat forum literasi

Irfan menyatakan posisinya sebatas mengajak, bukan mengajarkan. Ia pun membuka kemungkinan membentuk forum kecil untuk berdiskusi soal literasi, khususnya bagi mahasiswa yang berada dekat Parepare atau Kampus V UNM Parepare.

  • Isu literasi disebut kian sering diangkat dalam program organisasi kampus.
  • Tradisi membaca dinilai sudah lama hidup di sejumlah organisasi kemahasiswaan.
  • Mahasiswa didorong tidak hanya membaca, tetapi juga mulai menulis dan berdiskusi.