PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) memutuskan untuk kembali menahan laba bersih tahun buku 2025 sehingga perseroan tidak membagikan dividen kepada pemegang saham. Kebijakan ini diambil seiring rencana perusahaan untuk tetap ekspansif di industri properti.
Keputusan tersebut ditetapkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar di Green Office Park 9, BSD City, pada Rabu (17/6/2026). Dalam rapat itu, pemegang saham menyetujui seluruh agenda yang diajukan manajemen.
Direktur BSDE Hermawan Wijaya menyampaikan bahwa perseroan terus memantau peluang pertumbuhan di sektor properti nasional. Menurutnya, penguatan struktur permodalan melalui pencatatan sebagian besar laba bersih sebagai laba ditahan menjadi langkah strategis untuk mendukung pengembangan proyek baru, memperkuat land bank, serta menjaga fleksibilitas keuangan perusahaan dalam menangkap peluang usaha yang dinilai dapat menciptakan nilai tambah berkelanjutan bagi pemegang saham.
Sepanjang 2025, BSDE membukukan pendapatan usaha sebesar Rp12,79 triliun dengan laba bersih Rp2,55 triliun. Sementara itu, prapenjualan (marketing sales) pada periode yang sama mencapai Rp10,04 triliun, tumbuh 3% dibandingkan realisasi 2024 yang sebesar Rp9,72 triliun.