Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) meluncurkan gerakan Indonesia Sadar Jamu Aman (Idaman) sebagai upaya menumbuhkan kesadaran masyarakat terhadap produksi dan konsumsi jamu serta obat tradisional yang aman.
Kepala BPOM Taruna Ikrar, di Semarang, Selasa, mengatakan hingga saat ini terdapat sekitar 22 ribu jenis jamu dan obat tradisional yang tercatat di BPOM dan telah mengantongi izin edar.
Taruna menilai masih ada anggapan bahwa minum jamu selalu aman. Namun, ia mengingatkan masih ditemukan pelaku usaha yang membuat jamu menjadi tidak aman. Menurutnya, hal itu terjadi karena adanya oknum yang mencampur jamu dengan bahan kimia obat.
“Itu yang menghancurkan citra jamu tradisional menjadi tidak aman,” kata Taruna.
Ia juga menyoroti potensi biodiversitas Indonesia yang tinggi. Taruna menyebut terdapat sekitar 31 ribu spesies tumbuhan yang dapat dijadikan bahan baku pembuatan jamu. Meski demikian, ia menilai potensi tersebut belum bisa dimaksimalkan secara ekonomi.
Karena itu, Taruna mengharapkan dukungan seluruh kepala daerah untuk mengampanyekan kesadaran memproduksi dan mengonsumsi jamu yang aman.
Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen menyatakan dukungannya terhadap gerakan Indonesia Sadar Jamu Aman. Ia menyebut Jawa Tengah memiliki banyak potensi kampung-kampung jamu yang dapat dioptimalkan.