Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono menetapkan Banyumas Lengger Bicara sebagai agenda budaya tahunan. Kebijakan ini ditujukan untuk memperkuat pelestarian tradisi, sekaligus mendorong Banyumas menjadi tujuan wisata budaya.
“Lengger Bicara akan menjadi event tahunan di Kabupaten Banyumas,” kata Sadewo dalam konferensi pers Road to Banyumas Lengger Bicara 2026 di Pendopo Si Panji, Purwokerto, Senin sore.
Menurut dia, penyelenggaraan yang memasuki tahun ketiga tersebut merupakan upaya menjaga keberlanjutan seni tradisi, khususnya tari lengger yang selama ini menjadi identitas budaya Banyumas.
Selain Lengger Bicara, Pemerintah Kabupaten Banyumas juga berencana menjadikan sejumlah kegiatan budaya lainnya sebagai agenda rutin. Salah satunya “Ngibing 24 Jam” yang digagas seniman Banyumas, Rianto. Sadewo mengatakan penguatan agenda budaya menjadi bagian dari strategi pengembangan pariwisata berbasis budaya lokal.
Ia juga menegaskan komitmen mempertahankan kegiatan jemparingan di kawasan Kota Lama Banyumas sebagai daya tarik wisata sekaligus sarana pelestarian budaya. “Saya ingin Banyumas menjadi tujuan wisata budaya, termasuk budaya-budaya Banyumas yang kita miliki,” kata Sadewo.
Sementara itu, Ketua Panitia Banyumas Lengger Bicara 2026 R Satria Setyanugraha mengatakan kegiatan tersebut akan digelar di Menara Teratai Purwokerto pada 26 Juni 2026. Ajang itu mengusung tema “Gemah Ripah Loh Jinawi” yang menggambarkan kesuburan alam dan kemakmuran masyarakat.
Menurut dia, tema tersebut menjadi pengingat bahwa masyarakat tetap memiliki harapan dan kemampuan untuk berkembang di tengah berbagai tantangan.
Banyumas Lengger Bicara 2026 akan menghadirkan tiga agenda utama, yakni Art Camp, Lenggeran Bareng, dan pertunjukan utama bertajuk “Senandung Tanah Makmur”. Satria yang akrab disapa Bagus menjelaskan Art Camp akan berlangsung pada 25–26 Juni 2026 dengan sasaran anak-anak usia 5–10 tahun.
“Peserta akan belajar musik calung, tari lengger, serta membuat wayang lengger dari bahan daur ulang botol plastik,” katanya.
Pada Jumat (26/6) sore, panitia akan menggelar Lenggeran Bareng yang ditargetkan diikuti sekitar 5.000 peserta di Menara Teratai Purwokerto. Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari upaya mengantarkan Banyumas Lengger Bicara masuk program Karisma Event Nusantara (KEN) 2027.
“Pada malam harinya akan digelar pertunjukan utama yang didahului pemberian penghargaan kepada maestro seni dan budaya Banyumas, yakni Peang Penjol, serta Suliyah,” kata Bagus.
Sutradara Banyumas Lengger Bicara 2026 Ridwan Bungsu mengatakan pertunjukan akan diawali dengan pementasan karya maestro lengger Rianto berjudul “Sastra Jiwaga” yang telah dipentaskan di berbagai negara.
Selanjutnya, pertunjukan kolosal “Senandung Tanah Makmur” disebut akan menampilkan kolaborasi berbagai tarian Nusantara, termasuk lengger Banyumas, ngremo dari Jawa Timur, jaipong dari Jawa Barat, serta kesenian daerah lainnya yang dipadukan dalam satu sajian.
Pembina Banyumas Lengger Bicara 2026 Andy F. Noya menilai kegiatan tersebut tidak hanya berperan dalam pelestarian budaya, tetapi juga berpotensi menggerakkan perekonomian daerah melalui sektor pariwisata.
Menurut dia, kolaborasi Banyumas Lengger Bicara dengan BRI Jazz Gunung Slamet yang digelar berdekatan pada 26–27 Juli diharapkan mampu menarik wisatawan, komunitas, dan pelaku ekonomi kreatif ke Banyumas. “Kami berharap ini menjadi kekuatan yang utuh dan mampu mendatangkan potensi ekonomi bagi Banyumas melalui wisata dan budaya,” katanya.