Ajang perdana Bali Tourism Run (BTR) 2026 yang digelar di Daya Tarik Wisata (DTW) Jatiluwih, Kabupaten Tabanan, Minggu (21/6), menarik antusiasme ribuan peserta dari dalam dan luar negeri. Total 1.715 pelari ambil bagian dalam kegiatan yang menjadi rangkaian peringatan menuju 100 Tahun Pariwisata Bali.
Sekretaris Daerah Provinsi Bali, Dewa Made Indra, yang mewakili Gubernur Bali, turut menjajal lintasan 5 kilometer yang melintasi kawasan persawahan terasering Jatiluwih. Rute tersebut menyuguhkan panorama perbukitan dan hamparan sawah bertingkat yang telah diakui sebagai Warisan Budaya Dunia UNESCO.
Dalam kesempatan itu, Dewa Indra memimpin prosesi pelepasan peserta (flag off) sekaligus menyampaikan apresiasi kepada Association of The Indonesian Tours and Travel Agencies (ASITA) dan panitia penyelenggara. Ia menilai event perdana tersebut berjalan meriah meski baru pertama kali digelar.
“Saya senang dan bangga bisa hadir di sini. Mewakili Gubernur dan Pemerintah Provinsi Bali, kami memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada ASITA dan seluruh panitia. Meskipun baru pertama kali dilaksanakan, kegiatan ini berlangsung sangat meriah,” ujar Dewa Indra.
Ia berharap Bali Tourism Run dapat berkembang menjadi agenda tahunan berskala internasional dengan jumlah peserta yang meningkat. “Hari ini pesertanya sekitar 1.700 orang. Tahun depan minimal harus meningkat lima kali lipat. Dengan persiapan yang lebih matang, saya yakin event ini akan menjadi lebih baik lagi,” katanya.
Dewa Indra menjelaskan pemilihan Jatiluwih sebagai lokasi pembuka memiliki makna simbolik karena merepresentasikan filosofi pariwisata Bali yang berbasis budaya serta harmoni antara manusia, alam, dan budaya. Mengusung tema “The Journey Begin From Jatiluwih”, ia menyebut penyelenggaraan event dari satu destinasi ke destinasi lain dapat menjadi strategi untuk memperkuat promosi pariwisata Bali.
“Makna tema ini sangat dalam. Kita bergerak dari satu daya tarik wisata ke daya tarik wisata lainnya untuk terus memperkenalkan kekayaan destinasi Bali. Jatiluwih memiliki simbol luar biasa, yakni harmoni manusia, alam, dan budaya yang diracik menjadi destinasi wisata berkualitas,” ujarnya.
Ia juga menegaskan agar kegiatan serupa tidak bersifat eksklusif dan mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekitar, termasuk melalui penguatan ekonomi lokal. “Kita harus terus menciptakan event-event pariwisata baru. Event seperti ini tidak boleh menjadi kegiatan eksklusif, tetapi harus memberi manfaat bagi masyarakat dan memperkuat posisi pariwisata Bali. Tahun depan direncanakan di Besakih,” kata Dewa Made Indra.
Ketua Panitia Bali Tourism Run, Wayan Suberata, mengatakan Jatiluwih dipilih untuk menghadirkan pengalaman berbeda sekaligus memperkenalkan salah satu ikon pariwisata Bali kepada peserta. “Jatiluwih dipilih karena merupakan magnet yang mampu menarik pelari untuk menyaksikan langsung keindahan terasering yang telah diakui UNESCO sebagai warisan dunia,” ujarnya.
Menurut Suberata, pendaftaran ditutup sehari sebelum pelaksanaan setelah kuota terpenuhi di angka 1.715 peserta. Selain pelari domestik, ajang ini juga diikuti pelari mancanegara dari sejumlah negara, antara lain Rusia, China, Amerika Serikat, dan Prancis.
Sementara itu, Ketua ASITA Bali, Putu Winastra, menyebut Bali Tourism Run sebagai bentuk kolaborasi antara pemerintah, pelaku industri pariwisata, dan masyarakat untuk memperkuat posisi Bali sebagai destinasi wisata kelas dunia. “Acara ini menjadi bukti nyata kemajuan pariwisata yang dibangun melalui kerja sama solid antara Pemerintah Provinsi Bali, industri pariwisata, dan masyarakat,” katanya.
Winastra menambahkan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian menuju puncak peringatan 100 Tahun Pariwisata Bali pada 2027. Selain mendorong peningkatan kunjungan dan memperpanjang lama tinggal wisatawan, penyelenggara juga menyalurkan bantuan pendidikan kepada tiga siswa berprestasi yang membutuhkan.
“Harapan kami, Bali Tourism Run dapat menjadi penggerak pariwisata dan ekonomi kreatif serta memberikan manfaat yang lebih luas kepada masyarakat,” ujar Winastra. Ia juga menyampaikan rencana penyelenggaraan tahun depan di kawasan Besakih, sejalan dengan konsep pelaksanaan bergilir di berbagai kabupaten/kota di Bali.
Kegiatan ini turut dihadiri Wakil Bupati Tabanan I Made Dirga, unsur pemerintah daerah, pelaku industri pariwisata, serta ribuan peserta dari berbagai daerah dan negara. Dengan memadukan olahraga dan promosi pariwisata, Bali Tourism Run diharapkan dapat berkembang menjadi agenda tahunan yang mendukung pariwisata berkelanjutan dan memperkuat citra Bali sebagai destinasi berbasis budaya.