Pesta Timuran Jaksel menghadirkan perayaan musik dan budaya Indonesia Timur di CIBIS Park, Jakarta Selatan, Sabtu (4/7/2026). Festival kolaborasi Nadi Creative dan Antara Suara itu disambut ribuan pengunjung yang datang untuk menikmati pertunjukan musik, aktivitas komunitas, hingga kuliner khas Indonesia Timur.
Rangkaian acara dibuka dengan penampilan bertajuk Idol Timur yang menampilkan talenta muda asal Indonesia Timur. Pertunjukan ini menjadi penanda dimulainya gelaran Pesta Timuran Jaksel tahun ini sekaligus membawa semangat regenerasi.
Sejumlah nama yang tampil antara lain Josh Florentino, Niki Becker, Betrand Peto, Kezi Stephanie, Dimansyah Laitupa, dan Angie Carvalho. Sepanjang festival berlangsung, panggung Pesta Timuran Jaksel juga diisi puluhan musisi dari berbagai generasi.
Selain penampilan reguler, festival menyuguhkan sejumlah pertunjukan eksklusif, seperti Dendang Minang Timur, Timur Jazz Rock, Suara Timur, Lagu Timur Session, Pesta Timuran, hingga Bagoyang yang disebut hanya dapat disaksikan di ajang tersebut.
Pesta Timuran Jaksel juga menjadi ruang apresiasi bagi komunitas yang terlibat sejak awal perjalanan Timuran Jaksel. Moluccan Soul, yang disebut sebagai inisiator lahirnya Timuran Jaksel, hadir sebagai host dan membangun atmosfer acara.
Momen spesial turut dihadirkan lewat penampilan Toton Caribo, Jacson Seran, Jerry Likumahuwa, dan Miguell Kaidel. Mereka disebut sebagai musisi yang mendukung perjalanan Timuran Jaksel sejak masih berkembang sebagai gerakan komunitas.
Komika Arie Kriting menyampaikan antusiasmenya melihat perkembangan Timuran Jaksel yang kini tumbuh menjadi festival besar. Ia menilai, panggung sebesar ini menunjukkan kolaborasi yang semakin luas untuk penikmat musik berakar Indonesia Timur.
“Saya pribadi sih senang sekali ya melihat perkembangan teman-teman yang bisa berkolaborasi dengan segala macam lini sampai bisa bawa panggung yang sebesar ini untuk penikmat musik genre Indonesia Timur ini ya,” ujar Arie Kriting saat ditemui di kawasan Jakarta Selatan, Sabtu (4/7/2026).
Arie juga mengenang awal mula Timuran Jaksel yang disebutnya bermula dari kebersamaan sederhana. “Karena saya ingat juga bagaimana ini semua bermula gitu. Hanya dari iseng-isengnya beberapa teman-teman bawa meja, bawa alat musik, ngumpul, nari-nari, jadi perhatiannya orang-orang, terus ternyata viral di media sosial dan akhirnya coba rutin dilakukan gitu,” lanjutnya.
Di luar pertunjukan musik, pengunjung dapat mengikuti berbagai aktivitas komunitas, termasuk Spice Jam Dance Battle, penampilan komunitas Titik Kumpul, serta menikmati beragam kuliner khas Indonesia Timur.
Penyelenggaraan Pesta Timuran Jaksel menunjukkan antusiasme terhadap musik dan budaya Indonesia Timur, sekaligus mempertemukan komunitas dan lintas generasi dalam satu ruang perayaan.