BERITA TERKINI
Aero Esports Dilarang Permanen dari Ekosistem MLBB Usai Terbukti Menunggak Gaji Pemain dan Staf

Aero Esports Dilarang Permanen dari Ekosistem MLBB Usai Terbukti Menunggak Gaji Pemain dan Staf

Aero Esports dijatuhi larangan permanen dari seluruh ekosistem esports Mobile Legends: Bang Bang (MLBB) setelah terbukti melakukan pelanggaran serius berupa penundaan dan kegagalan pembayaran gaji pemain serta staf. Keputusan tersebut diumumkan oleh Mobile Legends: Bang Bang Professional League Malaysia (MPL MY) setelah investigasi yang mereka lakukan.

Dengan sanksi ini, Aero Esports tidak lagi diperbolehkan berpartisipasi dalam turnamen resmi MLBB apa pun di masa depan, termasuk MPL Malaysia dan kompetisi lain di bawah naungan MOONTON Games.

Berdasarkan hasil investigasi MPL MY, Aero Esports disebut memiliki kewajiban kontraktual yang belum diselesaikan terhadap pemain dan pelatih tim MLBB mereka sejak Oktober 2025. Permasalahan itu dinilai telah berlangsung lama dan mencakup dua musim kompetisi, yakni MPL MY Season 15 dan Season 16.

MPL Malaysia menyatakan organisasi tersebut gagal memenuhi tanggung jawab finansialnya meski liga telah berulang kali berupaya menghubungi manajemen tim. Namun, upaya komunikasi tersebut tidak membuahkan hasil sehingga kasus ini dipandang sebagai pelanggaran berat.

Keputusan menjatuhkan sanksi maksimal kepada Aero Esports mengacu pada Clause 5.1 Team Participation Agreement. Dalam ketentuan itu, liga memiliki kewenangan untuk menghentikan partisipasi tim apabila terbukti tidak memenuhi kewajiban keuangan atau melakukan tindakan yang dapat mencoreng reputasi liga.

MPL MY menilai pelanggaran ini tidak hanya merugikan pemain dan staf, tetapi juga berpotensi merusak integritas kompetisi. Selain melarang tim, pemilik Aero Esports juga dilarang mendaftarkan atau mengelola tim apa pun di dalam ekosistem MLBB pada masa mendatang.

Di sisi lain, MPL Malaysia menyampaikan langkah-langkah perlindungan bagi pihak yang terdampak. Salah satunya dengan menahan sebagian prize pool Aero Esports dari MPL MY Season 16. Dana tersebut akan didistribusikan langsung oleh liga kepada pemain dan staf yang memiliki tunggakan gaji, berdasarkan verifikasi pembayaran yang belum diselesaikan oleh organisasi.

Seluruh pemain Aero Esports yang terdampak juga diberikan status free agent. Dengan status tersebut, para pemain dapat bergabung dengan tim lain di ekosistem MLBB tanpa terikat kontrak lama. MPL MY turut mendorong pemain dan staf untuk menempuh jalur hukum apabila diperlukan guna memastikan hak-hak mereka terpenuhi.

Larangan permanen ini muncul di tengah persiapan MPL Malaysia untuk bertransformasi menuju format liga franchise setelah Season 16. Menurut Fikri Rizal Mahruddin selaku esports lead MOONTON Games Malaysia, MPL MY tidak akan sepenuhnya meniru sistem franchise di Indonesia dan Filipina, namun akan mengadaptasi data serta pengalaman dari kedua region untuk membangun model yang sesuai dengan ekosistem Malaysia.

Sistem franchise disebut bertujuan menghadirkan stabilitas finansial jangka panjang bagi organisasi esports, yang pada akhirnya diharapkan dapat menjamin kesejahteraan pemain dan staf. Dengan keluarnya Aero Esports dari ekosistem, peluang bagi organisasi baru untuk mengisi slot di MPL MY pun terbuka.

Kasus ini menjadi pengingat bagi organisasi esports bahwa profesionalisme, transparansi, dan tanggung jawab finansial merupakan fondasi penting dalam menjaga keberlangsungan tim serta integritas kompetisi. Kegagalan memenuhi hak pemain dapat berujung pada konsekuensi berat, termasuk larangan permanen dari ekosistem kompetitif.