Wakil Wali Kota Medan H. Zakiyuddin Harahap menekankan dua isu yang dinilainya menjadi penentu kualitas hidup warga ke depan, yakni kemudahan akses layanan kesehatan dan ketangguhan mental masyarakat menghadapi ancaman narkotika.
Pernyataan itu disampaikan Zakiyuddin saat menjadi narasumber dalam sesi podcast bertajuk “Medan untuk Semua” bersama Media Indonesia Raya (MIRA) di kantor Gerindra Sumut, Rabu (15/4). Dalam perbincangan tersebut, ia memaparkan strategi Pemerintah Kota (Pemko) Medan dalam merespons keresahan publik terkait layanan medis dan peredaran narkoba.
Dalam pembahasan mengenai layanan kesehatan, Zakiyuddin menegaskan bahwa kesehatan merupakan hak dasar warga yang tidak semestinya terhambat oleh proses administrasi yang berbelit. Ia menyebut program Universal Health Coverage (UHC) yang berjalan di Medan sebagai capaian yang perlu dijaga.
“Kita tidak ingin lagi mendengar ada warga yang tertahan karena urusan administrasi. Cukup tunjukkan KTP, hak pelayanan medis harus dipenuhi,” kata Zakiyuddin.
Meski demikian, ia mengakui masih terdapat kendala di lapangan, terutama terkait keterbatasan ketersediaan tempat tidur di rumah sakit yang kerap penuh. Untuk menjawab persoalan tersebut, Zakiyuddin mendorong percepatan investasi di sektor kesehatan.
Ia menyatakan Pemko Medan membuka peluang bagi pihak swasta untuk membangun fasilitas medis baru, dengan tujuan memperluas kapasitas layanan dan daya tampung pasien di Kota Medan.