BERITA TERKINI
Yogyakarta dan Surakarta Gelar Wonderful Indonesia Wellness Festival 2025 pada November

Yogyakarta dan Surakarta Gelar Wonderful Indonesia Wellness Festival 2025 pada November

Yogyakarta dan Surakarta dijadwalkan menjadi tuan rumah penyelenggaraan Wonderful Indonesia Wellness Festival 2025 pada November 2025. Ajang ini ditujukan untuk menarik perhatian pencinta wellness dari dalam dan luar negeri, sekaligus menjadi bagian dari upaya menghadirkan pariwisata berkualitas yang berakar pada kearifan lokal.

Menteri Pariwisata RI, Widyanti Putri, menyatakan festival tersebut menjadi langkah awal untuk memperkenalkan keotentikan budaya wellness Indonesia ke dunia. “Wonderful Indonesia Wellness menjadi langkah awal untuk memperkenalkan keotentikan budaya wellness Indonesia kepada dunia. Melalui inisiatif ini, kami ingin menegaskan bahwa pariwisata Indonesia bukan hanya indah, tapi juga menenangkan dan menyehatkan,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Jumat (17/10).

Indonesia selama ini dikenal sebagai salah satu destinasi wellness unggulan di kawasan ASEAN. Tradisi yang diwariskan turun-temurun, seperti ritual spa tradisional, meditasi, jamu berbahan rempah, hingga kuliner sehat, akan menjadi bagian dari rangkaian festival.

Di Surakarta, agenda utama bertajuk Royal Surakarta Wellness Festival (RSWF) akan berlangsung pada 01–23 November 2025. Festival ini diselenggarakan oleh Keraton Surakarta Hadiningrat dan terinspirasi dari naskah klasik. Pengunjung dapat mengikuti terapi musik gamelan, tarian keraton, sesi etiket Jawa, jalan meditasi di area bersejarah, serta workshop racikan herbal.

Project Leader RSWF, GRAy. Putri Purnaningrum, mengatakan RSWF membawa semangat penyembuhan dan harmoni dari jantung budaya Jawa untuk diperkenalkan kepada dunia. Ia menyebut Surakarta ingin dikenal sebagai pusat wellness berbasis budaya dan kearifan lokal.

Sementara itu di Yogyakarta, Jogja Cultural Wellness Festival (JCWF) akan digelar sepanjang 01–30 November 2025. Festival ini menonjolkan pendekatan wellness berbasis komunitas, dengan program seperti yoga terbuka di alam, kelas membuat jamu, hidangan sehat berbahan lokal, meditasi di situs warisan budaya, berbagai jenis spa, penanaman pohon, serta kegiatan kebersihan lingkungan.

Ketua BPPD Daerah Istimewa Yogyakarta sekaligus Ketua Panitia JCWF, GKR Bendara, menyatakan JCWF lahir dari gerakan komunitas yang meyakini penyembuhan tumbuh dari kebersamaan. Menurutnya, festival ini mengajak masyarakat kembali pada nilai-nilai sederhana: hidup sehat, selaras, dan sadar.