BERITA TERKINI
Xe Xe Rilis MV “Having Uncle Ho in My Heart”, Libatkan Tung Duong dan Komposer Pham Tuyen

Xe Xe Rilis MV “Having Uncle Ho in My Heart”, Libatkan Tung Duong dan Komposer Pham Tuyen

Penyanyi Tung Duong mengabarkan rencana perilisan video musik (MV) “Having Uncle Ho in My Heart” pada 22 April. MV ini terinspirasi dari lagu “As If Uncle Ho Were Present on the Day of Great Victory” dan dihadirkan dalam rangka memperingati 51 tahun Pembebasan Korea Selatan serta penyatuan kembali negara.

Produksi MV dikerjakan oleh tim “Cool Baby” Xe Xe, dengan keterlibatan dua bintang tamu, yakni penyanyi Tung Duong dan musisi Pham Tuyen. Keterlibatan penyanyi muda yang membawakan lagu bertema Paman Ho juga dimaknai sebagai pesan bahwa kecintaan pada tanah air dan penghormatan kepada Paman Ho tidak hanya hidup dalam ingatan generasi tua, tetapi terus dipupuk di kalangan generasi muda.

“Having Uncle Ho in My Heart” disebut terinspirasi dari karya komposer Pham Tuyen. Pham Tuyen menulis lagu “Seolah-olah Paman Ho hadir” pada malam 28 April 1975 di Hanoi. Lagu tersebut kemudian diperdengarkan pada 30 April 1975 di radio Suara Vietnam, tepat setelah kabar kemenangan bersejarah, sebelum menyebar luas ke seluruh negeri.

Berangkat dari lagu komposer senior tersebut, “Having Uncle Ho in My Heart” diaransemen ulang dengan gaya yang lebih muda dan modern bernuansa trap/hip hop, sekaligus memadukan elemen tradisional seperti seruling dan zither. Tim produksi menyatakan ingin menghadirkan semangat kontemporer tanpa menghilangkan kesungguhan, kesakralan, dan kebanggaan nasional yang melekat pada lagu.

Salah satu sorotan MV ini adalah hadirnya kolaborasi lintas generasi. Tung Duong digambarkan berada pada puncak karier dan mewakili generasi seniman dewasa yang terus mengeksplorasi serta berinovasi, sementara Xe Xe membawa warna polos dan murni dari generasi muda. Di sisi lain, kehadiran komposer Pham Tuyen sebagai saksi zaman menghadirkan suasana tenang, teguh, dan khidmat.

Pham Hong Tuyen, putri sang musisi, menyampaikan bahwa tahun ini lagu “Seolah Paman Ho hadir di hari kemenangan besar” berusia 51 tahun dan kini dihadirkan kembali dengan suara seorang gadis muda. Ia juga menilai musik Pham Tuyen menanamkan rasa cinta tanah air tanpa disadari pendengarnya.

Tung Duong mengatakan, bukan hanya dirinya, melainkan satu generasi tumbuh dengan menyanyikan musik Pham Tuyen. Sejumlah lagu seperti “Lentera Bintang,” “Gadis dan Ibu,” hingga “Seolah Paman Ho hadir di hari kemenangan besar” disebut telah menjadi bagian alami dari ingatan mereka. Ia juga pernah meraih penghargaan khusus untuk suara terbaik saat muda lewat lagu “Burung Walet Masa Kecil” karya Pham Tuyen.

Menurut Tung Duong, pada masa itu ia bernyanyi secara spontan karena hafal lirik, tetapi belum sepenuhnya memahami makna lagu. Ia mengingat ada saat-saat bernyanyi dengan antusias dan bangga, namun lebih karena melodinya menarik, mudah diingat, dan mudah dinyanyikan. Seiring bertambahnya usia dan pemahaman sejarah yang lebih dalam, para seniman menyadari lagu-lagu tersebut menanamkan patriotisme dan cinta tanah air tanpa terasa.

Bagi para penyanyi, musik Pham Tuyen diibaratkan seperti aliran sungai yang berjalan sejajar dengan sejarah. Ada lagu yang melekat pada momen khusus, termasuk “Seolah Paman Ho hadir pada hari kemenangan besar” yang terkait dengan peristiwa 30 April 1975. Tung Duong menambahkan, musik itu tidak berhenti pada satu titik waktu, melainkan terus hidup dalam kehidupan masa kini, memupuk optimisme, keyakinan, serta hubungan antargenerasi masyarakat Vietnam.

Tampil dalam MV tersebut, Tung Duong merasa seolah berada di sebuah “titik temu”: antara nilai-nilai musik yang terjalin dengan sejarah dan energi generasi muda dengan perspektif baru. Ia menyebut para pelaku proyek senang karena melodi yang akrab masih dapat beresonansi dengan kaum muda saat ini.