Wakil Menteri Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif, Irene Umar, menerima audiensi ALI Band di Kantor Kementerian Ekraf, Jakarta, Kamis (16/7). Pertemuan tersebut membahas rencana tur ALI Band di Amerika Utara pada September 2026 sekaligus strategi memperkuat penetrasi musisi Indonesia di panggung internasional.
Dalam audiensi itu, Irene menilai ALI Band menjadi contoh talenta musisi Indonesia yang mampu membawa identitas bangsa, sehingga memiliki keunggulan kompetitif di industri musik global. Ia menyebut keragaman dan orisinalitas gaya musik di Indonesia sebagai modal utama yang tidak dapat ditiru negara lain.
“Industri kreatif membutuhkan identitas dan orisinalitas yang kuat. ALI Band pasti mampu menunjukkan seperti apa talenta musisi Indonesia memiliki unique selling point atau nilai jual yang unik di panggung global. Inilah yang harus menjadi inspirasi bagi banyak musisi Indonesia dalam menghadapi berbagai tantangan,” kata Irene.
Irene juga menyoroti pentingnya membangun model bisnis musik yang lebih sehat. Menurutnya, musisi perlu memiliki sumber pendapatan yang berkelanjutan dan tidak hanya bergantung pada festival, antara lain melalui berbagai kanal distribusi, penguatan komunitas penggemar, serta kerja sama lintas sektor.
Ia menambahkan, pemerintah perlu memahami tantangan yang dihadapi musisi secara menyeluruh agar kebijakan yang dihadirkan lebih tepat sasaran. “Kementerian Ekraf ingin memahami business model industri musik secara menyeluruh sehingga bisa menghadirkan solusi yang relevan. Musisi tidak cukup memperoleh panggung, tetapi juga harus memiliki ekosistem bisnis yang sehat sehingga dapat terus berkarya dan berkembang. Karena itu, kami ingin terus berdiskusi, memetakan tantangan, serta menjembatani kolaborasi dengan berbagai pihak yang dapat mendukung ekspansi musisi Indonesia ke panggung global,” ujarnya.
Perwakilan ALI Band menjelaskan, perpaduan unsur musik funk, disko, soul Timur Tengah, serta beragam pengaruh budaya lain menjadi daya tarik utama mereka saat tampil di Eropa, Amerika Serikat, hingga Australia. Keunikan tersebut, menurut mereka, membuat banyak promotor internasional menilai ALI Band menawarkan karakter musik yang berbeda.
ALI Band dibentuk pada 2021 dengan formasi Arswandaru Cahyo (bassist), John Paul Patton (drummer), dan Absar Lebah (gitaris). Mereka juga pernah masuk dalam line up Fuji Rock Festival 2024.
Arswandaru mengatakan audiensi tersebut memberi ruang bagi musisi untuk menyampaikan kendala dari sudut pandang pelaku. “Audiensi hari ini sangat membuka perspektif karena Pemerintah mau mendengar obstacle-obstacle dari sudut pandang musisi. Wamen Ekraf begitu juga men-crack solusi sehingga kami berharap subsektor musik Indonesia tentu lebih berkembang dan kami yakin sangat layak berada di platform global sehingga bisa terus diperhitungkan. Kami juga ingin pemerintah membantu sebagai support system untuk para musisi saat menghadapi obstacle jelang persiapan tur internasional,” ucapnya.
Dalam pertemuan itu, Irene Umar didampingi Direktur Musik Mohammad Amin. Hadir pula Business Manager ALI Band, Decky Arrizal.