Wali Kota Padang Fadly Amran bertemu dengan Sekretaris Jenderal Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI Denny Abdi di Rumah Makan Silungkang, Senin siang (13/4). Dalam pertemuan tersebut, Pemerintah Kota (Pemko) Padang meminta dukungan Kemlu RI agar isu revitalisasi Sungai Batang Arau masuk dalam agenda pertemuan tingkat tinggi antara Indonesia dan Jerman yang rencananya digelar di Jakarta.
Fadly menyampaikan, upaya penataan dan pembersihan Sungai Batang Arau telah memiliki kajian teknis yang disusun pihak Jerman. Namun, hingga kini program tersebut disebut belum memasuki tahap implementasi.
Ia menjelaskan, berdasarkan rekomendasi strategis dari GIZ Jerman, revitalisasi Sungai Batang Arau dapat dilakukan melalui pembangunan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) terpusat dengan teknologi Moving Bed Biofilm Reactor (MBBR).
Menurut Fadly, teknologi MBBR dinilai efisien untuk mengolah air limbah dengan memanfaatkan media plastik khusus (carrier) sebagai tempat tumbuh bakteri pengurai polutan. Selain itu, sistem perpipaan air limbah dirancang terpisah sepenuhnya dari jaringan drainase air hujan.
“Kami berharap revitalisasi Sungai Batang Arau ini dapat dimasukkan sebagai salah satu poin pembahasan dalam pertemuan bilateral yang akan dilaksanakan nanti, sehingga dapat mendorong realisasi kerja sama yang lebih konkret,” ujar Fadly.
Sementara itu, Denny Abdi menyatakan Kemlu RI akan menindaklanjuti usulan Pemko Padang dan mendorong agar isu revitalisasi Batang Arau dapat menjadi bagian agenda pembahasan dalam forum resmi Indonesia–Jerman.
“Usulan Pemerintah Kota Padang ini akan kami tindak lanjuti dan dorong agar dapat menjadi bagian dari agenda pembahasan dalam forum bilateral Indonesia–Jerman. Isu lingkungan seperti ini memiliki relevansi yang kuat dalam kerja sama kedua negara,” kata Denny.