Wali Kota Kupang dr. Christian Widodo menyatakan dukungan penuh terhadap agenda kolaboratif Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Kota Kupang, termasuk kegiatan Fun Walk sambil memungut sampah yang dijadwalkan pada 16 Agustus 2026 serta Festival Lampion Tong Tjiu Pia pada 25–27 September 2026.
Pernyataan tersebut disampaikan saat Wali Kota menerima audiensi Ketua PSMTI Kota Kupang Dedy Tanjung bersama jajaran di Ruang Kerja Wali Kota Kupang, Rabu (29/4). Dalam pertemuan itu, Wali Kota didampingi Kabag Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Kota Kupang Elia C. Tiara, S.STP dan Plt. Kabag Umum Hubertus Mani, SH.
Dalam audiensi tersebut, Wali Kota terlebih dahulu menyampaikan apresiasi atas kontribusi PSMTI dalam Karnaval Budaya Kota Kupang yang digelar dalam rangka HUT Kota Kupang. Ia menilai penampilan PSMTI memberi warna bagi keberagaman kota. “Saya dari lubuk hati paling dalam menyampaikan terima kasih. Kemarin PSMTI tampil luar biasa, totalitasnya benar-benar terasa. Dari barongsai sampai tarian, semua memberikan warna bagi kota ini,” kata Christian Widodo.
Ia menegaskan Pemerintah Kota Kupang siap menjadi mitra aktif bagi gerakan masyarakat yang dinilai positif. “Saya dengan hati terbuka siap mendengar. Kalau ada ide dan kegiatan yang bisa kita kolaborasikan, pemerintah kota siap membantu,” ujarnya.
Salah satu agenda yang mendapat perhatian adalah Fun Walk PSMTI pada 16 Agustus 2026 menjelang HUT RI. Kegiatan itu dirancang bukan hanya jalan santai, tetapi juga diisi aksi memungut sampah di sepanjang rute.
Wali Kota menyambut konsep tersebut sebagai upaya yang menggabungkan olahraga, kebersamaan, dan kepedulian lingkungan. Ia juga menekankan agar kegiatan tidak berhenti pada seremonial. “Ini kegiatan yang sangat baik. Tapi kita pastikan jangan hanya seremonial. Kita pilih lokasi yang memang butuh penanganan sampah, supaya dampaknya benar-benar terasa,” katanya.
Ia menyebut pemerintah akan mendukung melalui penyediaan armada pengangkut sampah serta koordinasi lintas perangkat daerah agar kegiatan berdampak terhadap kebersihan kota.
Dukungan juga diberikan untuk Festival Lampion Tong Tjiu Pia yang direncanakan berlangsung pada 25–27 September 2026. Wali Kota mengusulkan kawasan depan Taman Nostalgia sebagai lokasi penyelenggaraan.
Menurutnya, festival tersebut dapat menjadi ruang ekspresi budaya sekaligus berpotensi menjadi daya tarik baru kota dan menghidupkan rencana Car Free Night di kawasan itu. “Kalau kita hidupkan dengan lampion dan aktivitas budaya, ini bisa jadi daya tarik baru bagi masyarakat. Orang datang, kota hidup, ekonomi bergerak,” ujarnya.
Christian Widodo menambahkan pemerintah akan mendukung dari sisi perizinan, pengamanan, hingga rekayasa lalu lintas agar kegiatan berjalan aman dan lancar. “Kalau kita mau kota ini tumbuh, kita harus mau duduk bersama, saling dengar, dan saling dukung. Dari situ semua hal besar bisa dimulai,” tuturnya.
Sementara itu, Ketua PSMTI Kota Kupang Dedy Tanjung mengapresiasi keterbukaan dan dukungan Pemerintah Kota Kupang terhadap program-program PSMTI. Ia menegaskan agenda yang disusun tidak hanya untuk mempererat kebersamaan internal komunitas, tetapi juga ditujukan memberi manfaat bagi masyarakat luas.
“Kami sangat berterima kasih atas dukungan Bapak Wali Kota dan jajaran. Ini menjadi semangat bagi kami untuk terus berkontribusi. Kegiatan fun walk nanti bukan sekadar jalan santai, tetapi bentuk kepedulian kami terhadap kebersihan kota. Begitu juga festival lampion, kami ingin menghadirkan ruang kebersamaan yang bisa dinikmati seluruh masyarakat Kupang,” kata Dedy.
Ia berharap kolaborasi tersebut dapat berlanjut dan menjadi contoh sinergi antara pemerintah dan komunitas dalam membangun Kota Kupang yang bersih, harmonis, dan berbudaya.