Vidio menyatakan dukungan terhadap upaya Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) serta Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian untuk memasukkan kerja sama antara penyedia layanan over the top (OTT)—baik asing maupun lokal—dengan penyelenggara telekomunikasi ke dalam Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) Postelsiar.
Kerja sama tersebut diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi digital Indonesia sekaligus menciptakan kesetaraan (equal playing field) antara OTT asing dan OTT lokal.
Dukungan terhadap kebijakan pemerintah
Deputy CEO Vidio, Hermawan Sutanto, mengatakan Vidio sebagai OTT lokal mendukung kebijakan pemerintah, termasuk RPP Postelsiar yang merupakan turunan dari UU No 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja.
Ia menyampaikan apresiasi atas langkah pemerintah dalam menyetarakan persaingan antara pemain asing dan lokal, serta menyatakan dukungan terhadap kolaborasi OTT dengan perusahaan telekomunikasi nasional.
Hermawan juga menilai kolaborasi OTT dan operator memiliki potensi besar untuk mendorong kemajuan ekonomi digital nasional yang digalakkan Presiden Joko Widodo. Ia turut mengapresiasi dukungan operator yang selama ini telah bekerja sama dengan Vidio.
Saat ini, Vidio disebut telah menjalin kerja sama dengan XL, Indosat, Tri, Smartfren, Telkom, dan Telkomsel.
Kerja sama dinilai berdampak pada layanan dan pelanggan
Menurut Hermawan, operator telekomunikasi memberi perhatian pada OTT lokal seperti Vidio yang banyak menghadirkan konten lokal. Ia menilai hal ini dapat memperkuat ekosistem ekonomi digital dan kreatif lokal yang saling menguntungkan.
Kerja sama dengan operator juga disebut dapat membantu memastikan kualitas koneksi data, sehingga meningkatkan kepuasan pelanggan saat menikmati layanan live streaming, seperti siaran langsung olahraga, video on demand (VOD) serial lokal, hingga drama Korea.
Hermawan menyebut kerja sama Vidio dengan operator telekomunikasi juga berdampak pada peningkatan jumlah pelanggan aktif. Ia mengatakan pelanggan Vidio saat ini mencapai 60 juta pelanggan aktif bulanan, dengan akses ke lebih dari 1 juta konten VOD dan 56 kanal TV.
Ia berharap perusahaan OTT lain dapat terinspirasi untuk menjalin kerja sama serupa. Menurutnya, semakin banyak orang terkoneksi ke internet, semakin besar peluang Vidio menambah pelanggan.
Target rilis serial lokal
Sejalan dengan fokus pada konten lokal, Vidio menargetkan merilis minimal dua judul local original series setiap bulan. Beberapa contoh yang disebut antara lain Serigala Terakhir dan I Hear(t) You.
Hermawan juga menyampaikan harapan agar Vidio bersama mitra operator dapat terus mengedukasi pengguna internet di Indonesia untuk menikmati konten streaming legal dan sesuai kearifan lokal, baik layanan gratis maupun berbayar.
Ia menekankan pentingnya dukungan terhadap konten lokal karya insan industri kreatif Indonesia yang dinilai mampu bersaing dengan konten regional maupun mancanegara, serta mengajak masyarakat turut berperan dalam pertumbuhan industri kreatif nasional.

