BERITA TERKINI
Video YouTube Bertranskrip “[music]” Berulang dan Ditutup “Hey” Bikin Warganet Penasaran

Video YouTube Bertranskrip “[music]” Berulang dan Ditutup “Hey” Bikin Warganet Penasaran

MALANG—Sebuah video YouTube mendadak menyita perhatian warganet setelah transkripnya beredar dan dinilai tidak lazim. Alih-alih memuat percakapan atau penjelasan, transkrip video tersebut hampir sepenuhnya hanya berisi tulisan “[music]” yang muncul berulang-ulang, lalu ditutup dengan satu kata singkat: “Hey.”

Keanehan itu memicu beragam pertanyaan mengenai tujuan unggahan tersebut. Dalam transkrip yang tersedia, tidak ditemukan narasi, dialog, maupun pembahasan topik tertentu sebagaimana konten YouTube pada umumnya.

Bagian terbesar transkrip didominasi penanda musik yang ditulis puluhan kali. Tidak ada indikasi konten edukasi, hiburan berbasis percakapan, ulasan produk, atau informasi lain yang biasanya menyertai video dengan transkrip jelas. Satu-satunya kalimat yang muncul di akhir, “Hey,” justru menambah tanda tanya karena tidak memberikan konteks tentang maksud video.

Di media sosial, warganet mulai berspekulasi. Sebagian menduga video itu sengaja dibuat sebagai eksperimen, termasuk untuk menguji algoritma, strategi monetisasi, atau mengikuti tren konten absurd yang kerap memancing rasa penasaran. Ada pula yang menilai kemungkinan lain: video tersebut hanya berisi musik instrumental sehingga transkrip otomatis tidak menangkap lirik atau suara secara akurat.

Sejumlah komentar menunjukkan kebingungan serupa. “Awalnya saya kira error transkrip, ternyata videonya memang cuma musik,” tulis salah satu pengguna media sosial. Komentar lain juga bermunculan dari warganet yang mengaku membuka atau membahas video itu karena penasaran dengan isi dan tujuannya.

Fenomena konten dengan format tidak biasa di YouTube bukan hal baru. Beberapa kreator diketahui pernah mengunggah konten minimalis atau absurd untuk memancing klik dan percakapan di platform lain. Dalam kasus ini, transkrip yang nyaris kosong dan penutup “Hey” menjadi pemicu utama rasa ingin tahu publik.