Video musik “Tình chuyện trăm năm” yang dirilis pada 22 April menampilkan upaya menghadirkan kembali kisah “Pernikahan Tikus” dari lukisan rakyat Dong Ho melalui teknologi kecerdasan buatan (AI). Proyek ini digarap oleh AnhHI Thanh Cuong bersama musisi Nguyen Quang Long sebagai bentuk penghormatan terhadap keindahan seni Dong Ho di era modern.
Menurut Nguyen Quang Long, video musik tersebut dibuat sepenuhnya menggunakan AI dan terinspirasi dari citra serta cerita “Pernikahan Tikus” yang disebutnya berusia lebih dari 500 tahun. Ia menyampaikan bahwa karya ini ditujukan untuk turut menghormati dan menyebarkan nilai warisan budaya tersebut.
Video musik ini juga disebut sebagai karya yang dibuat secara khusus untuk menandai dimasukkannya lukisan rakyat Dong Ho ke dalam Daftar Warisan Budaya Takbenda yang membutuhkan perlindungan mendesak oleh UNESCO, dengan upacara yang berlangsung pada 26 Maret.
Meski mengambil inspirasi dari lukisan klasik, tim produksi berupaya menghadirkan semangat baru yang lebih hangat dan emosional. Penulis skenario Ho Diep Thanh Thanh mengatakan tim ingin “menulis ulang” cerita itu dengan nuansa kontemporer yang manusiawi dan kaya emosi. Quang Long menambahkan, versi baru ini dihadirkan dengan warna kebahagiaan, sukacita, serta harapan akan kehidupan yang damai dan harmonis bagi pasangan.
Dalam alur ceritanya, video musik berlatar sebuah desa di Vietnam Utara dengan elemen visual yang akrab, seperti rumah tiga kamar dengan dua sayap, teralis tanaman sirih, pohon pinang, halaman bata, dan kolam. Dikisahkan seekor tikus muda menanti hari pernikahannya dengan gelisah, sementara di rumah sang calon pengantin perempuan, suasana persiapan berlangsung dengan emosi yang bercampur antara antisipasi dan kegembiraan. Dua ruang paralel tersebut menggambarkan adat pernikahan tradisional Vietnam.
Tim juga mengubah salah satu motif dalam lukisan asli, yakni “memberi penghormatan kepada kucing”. Sebagai gantinya, ditampilkan anak-anak yang bermain di depan gerbang desa, menerima uang keberuntungan dan permen dari orang dewasa. Perubahan ini dimaksudkan untuk membangun suasana gembira dan kebersamaan, sekaligus menghilangkan unsur satir demi menonjolkan semangat positif yang dinilai lebih relevan dengan kehidupan masa kini.
Di bagian akhir, saat iring-iringan melewati gerbang “Desa Kebahagiaan”, figur-figur tikus digambarkan perlahan “berubah menjadi manusia”. Pengantin pria yang semula berwujud tikus berubah menjadi AnhHI Thanh Cuong, lalu bersama pengantin perempuan turun dari tandu dan memimpin prosesi dalam suasana meriah. Adegan ini menjadi simbol perpindahan dari dunia lukisan rakyat ke kehidupan nyata, sekaligus penegasan upaya melestarikan tradisi dalam konteks modern.
AnhHI Thanh Cuong menyebut proyek ini diharapkan membuat citra “Pernikahan Tikus” lebih mudah dipahami generasi muda, sehingga membantu penyebaran keindahan warisan budaya tersebut. Ia juga mengakui masih ada keterbatasan karena teknologi AI belum sepenuhnya memenuhi keinginan tim, namun ia menyatakan tetap merasa bahagia dengan hasilnya.
Quang Long menilai penggunaan AI untuk membangun keseluruhan gambar menawarkan pendekatan baru dalam menghidupkan cerita rakyat. Menurutnya, kisah tradisional tidak harus berhenti di masa lalu, melainkan dapat diciptakan kembali lewat bahasa visual modern agar tetap hadir dalam persepsi masyarakat saat ini.