BERITA TERKINI
Tudingan Tanpa Data Dinilai Memicu Kegaduhan dan Mengganggu Agenda Publik

Tudingan Tanpa Data Dinilai Memicu Kegaduhan dan Mengganggu Agenda Publik

JAKARTA — Pernyataan Amien Rais yang menuding Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya dinilai tidak berdasar dan disebut mencerminkan penurunan etika dalam ruang publik. Penilaian itu disampaikan Bin Bin Firman Tresnadi dari Nalar Bangsa Institute dalam tulisan bertanggal 3 Mei 2026.

Menurutnya, di tengah kebutuhan konsolidasi nasional, stabilitas politik, dan percepatan pembangunan, tuduhan tanpa basis faktual justru berpotensi memicu kegaduhan yang tidak produktif. Ia menekankan bahwa demokrasi memang memberi ruang kritik, namun kritik semestinya ditopang data dan argumentasi rasional, bukan insinuasi.

Bin Bin menilai serangan personal di ruang publik dapat menggeser perdebatan dari pertarungan gagasan menjadi adu tuding. Dalam pandangannya, pola semacam itu tidak hanya merugikan individu yang diserang, tetapi juga berisiko merusak fondasi demokrasi.

Ia juga menyinggung agenda pemerintahan Presiden Prabowo Subianto yang disebut tengah menjalankan program strategis, antara lain penguatan ketahanan pangan, akselerasi hilirisasi industri, peningkatan akses pendidikan dan kesehatan, serta konsolidasi kemandirian ekonomi nasional. Ia menyebut agenda tersebut sebagai kerja nyata yang menyentuh kehidupan masyarakat.

Dalam konteks itu, Bin Bin berpendapat serangan personal dapat dibaca sebagai upaya menciptakan distraksi ketika ruang kritik terhadap kebijakan dianggap menyempit. Ia menyebut pola tersebut sebagai politik insinuatif yang mendorong kecurigaan dan polarisasi tanpa menawarkan solusi maupun alternatif kebijakan.

Ia menegaskan bangsa tidak kekurangan kritik, namun membutuhkan kritik yang cerdas, berbasis data, dan berorientasi pada jalan keluar. Karena itu, ia mengingatkan publik agar tidak membiarkan agenda pembangunan ekonomi, penguatan kedaulatan, dan peningkatan kesejahteraan rakyat terganggu oleh manuver politik yang dinilai miskin substansi.

Bin Bin menutup dengan menekankan bahwa menolak fitnah bukan berarti menolak kritik. Menurutnya, penolakan terhadap tuduhan tanpa dasar justru diperlukan agar kritik tetap berada pada jalurnya, yakni berbasis fakta, berorientasi solusi, dan berpihak pada kepentingan rakyat.