MALANG – Pasar Buku Velodrome di Kota Malang yang berlokasi di Jl Simpang Terusan Danau Sentani No 3, Madyopuro, kini mengalami penurunan jumlah pengunjung. Pasar yang menyediakan beragam jenis bacaan, mulai dari buku pelajaran sekolah hingga novel, disebut telah kehilangan banyak pelanggan.
Penurunan minat pengunjung ini dikaitkan dengan kemajuan teknologi dan meningkatnya tren digital dalam dunia perbukuan. Perubahan tersebut turut menggeser pola konsumsi masyarakat dalam mencari bahan bacaan, dari buku fisik ke perangkat digital.
Perubahan tren pembelian buku juga dinilai berdampak langsung pada aktivitas jual beli di pasar tersebut. Para penjual disebut berupaya bertahan dan menyesuaikan diri, meski tantangan yang dihadapi tetap besar.
“Sangat berdampak mas, perubahan zaman saat ini membuat banyak orang lebih memilih membaca buku lewat gadget nya masing-masing daripada membaca buku langsung dari buku,” ujar Muhammad Rizki, pemilik Toko Buku Baru Bagus, saat menjelaskan perubahan kebiasaan membaca yang ia rasakan.
Rizki juga menyebut pandemi turut memperparah sepinya pengunjung. Pada masa pembatasan kontak langsung, ia memilih menjual buku melalui toko daring agar usaha tetap berjalan.
Di tengah situasi tersebut, Rizki mengaku masih berharap minat membaca buku fisik kembali tumbuh, terutama di kalangan generasi saat ini. “Harapannya semoga dagangan saya tetap lanjut dan tambah laku. Saya juga berharap untuk para pembaca zaman sekarang bahwa jangan lupa membaca buku langsung karena feel nya membaca buku lewat HP berbeda daripada membaca buku langsung gitu mas,” ujarnya.

