BERITA TERKINI
Tren Bookstagram dan Peningkatan Indeks Literasi Indonesia pada 2024

Tren Bookstagram dan Peningkatan Indeks Literasi Indonesia pada 2024

Tren bookstagram yang kian populer di kalangan anak muda disebut turut mendorong peningkatan aktivitas literasi, khususnya kebiasaan membaca, di Indonesia. Bookstagram merujuk pada para pecinta buku yang membagikan kegiatan membaca mereka melalui Instagram, termasuk saat berkunjung ke toko buku dan perpustakaan, serta memberikan rekomendasi bacaan kepada audiens.

Fenomena ini menarik minat banyak kalangan, terutama generasi muda, untuk membaca buku dan membagikan pengalaman mereka di media sosial. Aktivitas tersebut juga terlihat dari semakin seringnya konten kunjungan ke toko buku maupun perpustakaan muncul di platform digital.

Data Indeks Pertumbuhan Literasi Masyarakat (IPLM) yang dirilis Perpustakaan Nasional melalui situs resminya menunjukkan adanya peningkatan kegemaran masyarakat dalam berliterasi, terutama membaca. Pada 2022, tingkat literasi masyarakat tercatat pada angka 64,40. Nilai itu meningkat menjadi 69,42 pada 2023. Sementara data terbaru pada 2024 menunjukkan angka 73,52.

Perolehan indeks IPLM dihitung melalui metode survei dengan pengukuran terhadap frekuensi membaca, durasi membaca, serta jumlah buku yang dibaca.

Dalam perkembangannya, tren bookstagram juga dikaitkan dengan munculnya berbagai aktivitas pendukung, seperti bermunculannya klub-klub penggemar buku, lapak perpustakaan gratis, hingga ramainya kedai kopi yang didesain menyerupai perpustakaan. Sejumlah inisiatif tersebut membuat kegiatan membaca terasa lebih menyenangkan bagi sebagian orang.

Tren bookstagram kemudian dipandang sebagai salah satu pintu masuk untuk memperkenalkan budaya membaca dengan cara yang lebih dekat dengan keseharian anak muda. Peningkatan kualitas membaca diharapkan berpengaruh pada cara berpikir masyarakat yang lebih kritis dan komprehensif, seiring meningkatnya tingkat literasi.