Tim Reaksi Cepat Perlindungan Perempuan dan Anak (TRC PPA) Kalimantan Timur mengusut dugaan penipuan berkedok tawaran pekerjaan model yang diduga menyasar mahasiswi di Samarinda. Sedikitnya 10 mahasiswi dilaporkan mengadu menjadi korban bujuk rayu pelaku yang menghubungi mereka melalui pesan langsung (DM) di media sosial.
Ketua TRC PPA Kaltim, Rina Zainun, mengatakan pihaknya menerima laporan dari sejumlah mahasiswi yang dihubungi seseorang yang mengaku sebagai perekrut model untuk sebuah acara. Pelaku disebut mengincar perempuan berhijab dan meminta mereka mengirimkan foto dengan pose menggoda.
“Ada 10 mahasiswi yang mengadu, dan itu masih banyak lagi korban-korbannya. Modusnya sama, dihubungi lewat chat tengah malam,” ujar Rina, Jumat (7/11/2025).
Rina menjelaskan, pelaku menawarkan bayaran tinggi, berkisar Rp 4,5 juta hingga Rp 25 juta, bagi yang bersedia mengikuti “casting”. Korban juga diminta mengenakan pakaian yang menonjolkan lekuk tubuh. Menurut Rina, pelaku bahkan menyarankan agar pakaian yang dianggap longgar diketatkan supaya lekukan tubuh terlihat. Ia juga menyebut pelaku kerap menghubungi korban pada rentang waktu pukul 12.00 hingga 01.00 dini hari.
Rina menuturkan, sebagian besar korban berasal dari sejumlah kampus di Samarinda. Kasus ini terungkap setelah salah satu mahasiswi bercerita kepada temannya dan kemudian mendapati ada banyak korban lain yang mengalami modus serupa.
Sementara itu, Biro Hukum TRC PPA Kaltim, Sudirman, mengatakan pihaknya telah mengumpulkan bukti percakapan antara pelaku dan para korban. “Beberapa bukti chat sudah kami print. Dari awal, indikasinya jelas penipuan. Kemungkinan masih banyak korban lain,” ujarnya.
Sudirman menyebut, sebagian korban hanya mengirimkan foto biasa, tetapi ada pula yang didorong untuk mengirim foto dengan pose berani. Bukti-bukti tersebut kini dihimpun sebagai dasar untuk membuat laporan resmi ke kepolisian. “Kami dalami agar bisa jadi dasar laporan resmi ke polisi,” kata Sudirman.
Salah satu korban, MW (22), menceritakan dirinya dihubungi melalui Instagram oleh seseorang yang mengaku bekerja di sebuah destinasi wisata di Bali. Pelaku menawarkan pekerjaan sebagai model dengan bayaran Rp 10 juta hingga Rp 20 juta per sesi foto, serta menjanjikan tiket pesawat dan hotel ditanggung, bahkan memperbolehkan membawa teman.
MW mengatakan pelaku mengirim surat kerja sama yang diduga palsu dan meminta foto “casting” berhijab dengan pose seksi. Karena curiga, MW menolak. “Dia memaksa minta foto dengan postur ditonjolkan. Setelah saya cari tahu, ternyata orang ini penipu. Saya bilang caranya terlalu pintar menipu, lalu dia hilang begitu saja,” ungkap MW.
Korban lain, NP (20), mengalami kejadian serupa pada 21 Agustus 2025. Ia dihubungi lewat pesan Instagram dan ditawari pemotretan dengan konsep seksi. NP mengaku sempat mengirim satu foto, namun kemudian merasa janggal ketika diminta mengulang foto karena bajunya dinilai masih longgar.
NP mengatakan, setelah mengecek alamat yang dikirim pelaku, ia mendapati yayasan yang disebutkan sudah tutup dan pemiliknya meninggal pada tahun sebelumnya. “Langsung saya blokir,” kata NP.
TRC PPA Kaltim mengimbau mahasiswi dan perempuan muda untuk lebih berhati-hati terhadap tawaran pekerjaan dengan imbalan tinggi, terutama jika disertai permintaan foto pribadi dengan alasan proses casting. “Kalau ada tawaran kerja atau modeling yang meminta foto-foto pribadi dengan alasan casting, tolong jangan langsung percaya. Laporkan dulu ke pihak berwenang,” tegas Rina.
TRC PPA Kaltim menyatakan berencana melaporkan kasus ini ke kepolisian dalam waktu dekat setelah bukti dan keterangan para korban dinilai lengkap.

