BERITA TERKINI
TRC PPA Kaltim Selidiki Dugaan Penipuan “Casting” Model Berhijab yang Menyasar Mahasiswi di Samarinda

TRC PPA Kaltim Selidiki Dugaan Penipuan “Casting” Model Berhijab yang Menyasar Mahasiswi di Samarinda

Samarinda — Tim Reaksi Cepat Perlindungan Perempuan dan Anak (TRC PPA) Kalimantan Timur mengusut dugaan penipuan berkedok tawaran kerja sebagai model berhijab yang disebut menyasar mahasiswi di Samarinda. Kasus ini mencuat setelah sejumlah korban mengaku dihubungi pelaku melalui media sosial dengan iming-iming bayaran tinggi.

Ketua TRC PPA Kaltim, Rina Zainun, mengatakan sedikitnya 10 mahasiswi telah melapor. Para korban mengaku dihubungi seseorang yang mengaku sebagai perekrut model untuk acara fashion berhijab. Pelaku disebut mengirim pesan pada tengah malam dan menargetkan perempuan muda.

Dalam komunikasinya, pelaku menawarkan upah antara Rp4,5 juta hingga Rp25 juta bagi korban yang bersedia mengikuti proses “casting”. Korban juga diminta mengirim foto secara pribadi, termasuk dengan arahan pose menggoda serta mengenakan pakaian ketat agar bentuk tubuh terlihat.

Rina menyebut sebagian besar pelapor berasal dari sejumlah kampus di Samarinda. Dugaan penipuan ini terungkap setelah salah satu korban menceritakan pengalamannya, lalu diketahui ada korban lain dengan modus serupa.

Biro Hukum TRC PPA Kaltim, Sudirman, menuturkan pihaknya telah menghimpun sejumlah bukti percakapan antara pelaku dan korban. Beberapa bukti percakapan telah dicetak dan kini dikumpulkan bersama keterangan korban sebagai dasar untuk membuat laporan resmi ke kepolisian.

Menurut Sudirman, ada korban yang hanya mengirim foto biasa, namun sebagian lainnya didorong pelaku untuk mengirim foto dengan pose lebih berani. TRC PPA menyatakan masih mendalami kasus tersebut karena kemungkinan jumlah korban bertambah.

Salah satu korban berinisial MW (22) menuturkan ia dihubungi pelaku melalui pesan langsung di Instagram. Pelaku mengaku bekerja di sebuah destinasi wisata di Bali dan menawarkan kesempatan menjadi model dengan imbalan Rp10 juta hingga Rp20 juta per sesi foto. MW mengaku semakin curiga setelah diminta mengirim foto berhijab dengan pose seksi. Saat ia menegur, pelaku disebut langsung menghilang.

Korban lain, NP (20), mengatakan mengalami kejadian serupa pada 21 Agustus 2025. Ia ditawari pemotretan dengan konsep seksi dan diminta mengirim ulang foto karena dianggap masih “kurang menggoda”. NP kemudian memeriksa alamat yang dikirim pelaku dan menemukan lembaga yang disebutkan sudah tutup, sementara pemiliknya telah meninggal. Ia mengaku langsung memblokir seluruh akun pelaku.

TRC PPA Kaltim mengimbau masyarakat, khususnya mahasiswi dan perempuan muda, agar lebih waspada terhadap tawaran pekerjaan dengan imbalan besar yang disertai permintaan foto pribadi. Rina meminta agar tawaran semacam itu tidak langsung dipercaya dan disarankan untuk dilaporkan kepada pihak berwenang.

TRC PPA menyatakan akan melaporkan kasus ini ke kepolisian setelah seluruh bukti dan keterangan korban terkumpul.