BERITA TERKINI
The Jansen Rilis Single "bila cinta adalah sebuah propaganda (wo ai ni)", Pembuka Album Romantisasi Impulsif

The Jansen Rilis Single "bila cinta adalah sebuah propaganda (wo ai ni)", Pembuka Album Romantisasi Impulsif

Jakarta—Unit punk-rock asal Bogor, The Jansen, merilis single terbaru berjudul “bila cinta adalah sebuah propaganda (wo ai ni)” bersamaan dengan video lirik. Lagu ini menjadi pintu masuk menuju album keempat mereka, Romantisasi Impulsif, yang disebut sebagai penutup trilogi setelah Banal Semakin Binal (2022) dan Durja Bersahaja (2024).

Perilisan ini melanjutkan perjalanan musikal The Jansen yang sebelumnya menghadirkan sejumlah karya, mulai dari EP From Bogor to Japan (2016), album Present Continuous (2017), Say Say Say (2019), hingga Banal Semakin Binal (2022) yang memperluas jangkauan pendengar mereka.

Pada 2024, duo yang kini digawangi Cinta Rama Bani Satria (Bani) dan Adji Pamungkas sempat mengejutkan lewat Durja Bersahaja dengan pendekatan berbeda: nuansa lo-fi, vokal yang sengaja “ditenggelamkan”, serta balutan reverb.

Melalui single terbaru, The Jansen mengawali babak baru eksplorasi mereka. Untuk pertama kalinya, mereka secara sadar menulis lagu cinta. “Ini pertama kali The Jansen dengan sengaja membikin lagu cinta,” ujar Adji dalam siaran pers, Rabu, 29 April 2026.

Selama ini, The Jansen kerap dikenal lewat tema pesta anak muda, sindiran sosial, kegelisahan eksistensial, atau romantisme yang dibungkus kepahitan. Namun kali ini mereka menulis secara terang tentang jatuh cinta, kerentanan, dan kontradiksi perasaan, dengan tambahan frasa wo ai ni—yang berarti “aku cinta padamu” dalam bahasa Mandarin—yang terasa manis sekaligus ironis.

Adji menilai cinta kerap mendorong seseorang melakukan hal-hal di luar nalar. Ia mencontohkan situasi ketika seseorang rela meminjam motor demi mengajak pasangannya berkencan, sebagai gambaran sederhana tentang cara cinta bekerja di tengah keterbatasan. “Meski ini pengalaman pertama bikin lagu cinta, tapi kami mau ngasih perspektif yang berbeda. Bagaimana cara cinta bekerja di tengah kemiskinan yang mengintai?” kata Adji.

Meski mengusung tema cinta, lagu ini disebut tetap mempertahankan identitas The Jansen: gelap, ironis, namun jujur dan rapuh. Pengulangan frasa “wo ai ni” digambarkan terdengar seperti mantra, bukan hanya untuk meyakinkan pasangan, tetapi juga diri sendiri. “Kami senang memulai dari sesuatu yang belum kami tahu akan ke mana,” ujar Bani.

Dari sisi visual, video lirik single ini mengusung gaya ala film Hong Kong dekade 1990-an dan ditampilkan dalam tiga bahasa: Indonesia, Inggris, dan Mandarin.

Album Romantisasi Impulsif dijadwalkan rilis di seluruh platform musik digital pada 22 Juli 2026. Untuk rilisan fisik, The Jansen bekerja sama dengan P-Vine Records dari Jepang untuk format CD dan vinyl, serta Miles Records dari Malaysia untuk edisi kaset.