BERITA TERKINI
Studi Ungkap Alasan Kopi Pagi Lebih Ampuh Meningkatkan Mood

Studi Ungkap Alasan Kopi Pagi Lebih Ampuh Meningkatkan Mood

Bagi banyak orang, pagi terasa belum benar-benar dimulai sebelum menyeruput secangkir kopi. Selain membantu tubuh lebih terjaga, kopi kerap dianggap mampu memperbaiki suasana hati. Sejumlah peneliti dari Bielefeld University, Jerman, dan University of Warwick, Inggris, mencoba menjelaskan mengapa efek itu terasa lebih kuat pada pagi hari dibanding waktu lainnya.

Dalam penelitian tersebut, para peneliti mengikuti sekelompok anak muda di Jerman selama beberapa minggu. Para peserta diminta mencatat suasana hati mereka serta melaporkan apakah mereka mengonsumsi kafein dalam 90 menit terakhir.

Hasilnya menunjukkan, kopi dan minuman berkafein lain cenderung meningkatkan kebahagiaan dan antusiasme, terutama dalam dua setengah jam pertama setelah bangun tidur. Setelah periode itu, efeknya mulai melemah. Kafein juga dikaitkan dengan penurunan perasaan negatif seperti sedih atau kesal, meski dampaknya tidak sebesar peningkatan emosi positif.

Peneliti menjelaskan, salah satu kunci kerja kafein berada pada kemampuannya memblokir reseptor adenosin di otak. Mekanisme ini dapat meningkatkan energi dan mendorong aktivitas dopamin, zat kimia yang terkait dengan kewaspadaan dan suasana hati. Para peneliti menggambarkan kombinasi tersebut sebagai alasan mengapa secangkir kopi pagi terasa seperti “tombol reset” bagi pikiran.

Menariknya, tim peneliti tidak menemukan perbedaan besar pada efek emosional kafein berdasarkan tingkat kecemasan, depresi, kebiasaan minum kopi, maupun masalah tidur. Justin Hachenberger dari Bielefeld University menyebut timnya sempat terkejut karena tidak ada perbedaan mencolok di antara individu dengan karakteristik tersebut. Temuan ini mengindikasikan efek kafein terhadap suasana hati cenderung konsisten pada banyak orang, sementara mereka yang bereaksi kurang baik biasanya memilih menghindari kafein.

Meski demikian, ada perdebatan lain: apakah rasa “lebih bahagia” setelah kopi pagi merupakan efek langsung kafein, atau sekadar rasa lega karena gejala putus kafein yang muncul setelah tidur panjang mulai mereda. Prof. Anu Realo dari University of Warwick menyebut, bahkan orang dengan konsumsi kafein moderat bisa mengalami gejala ringan saat bangun tidur, yang kemudian menghilang setelah minum kopi atau teh pertama.

Penelitian juga mencatat faktor kelelahan dan situasi sosial dapat memengaruhi kuat-lemahnya efek kafein. Saat tubuh lebih lelah, dorongan mood setelah minum kopi cenderung lebih besar. Sebaliknya, ketika seseorang sedang bersama orang lain, efek kopi lebih lemah, kemungkinan karena suasana hati sudah terbentuk melalui interaksi sosial. Namun, emosi negatif yang lebih dalam seperti cemas atau khawatir tidak banyak berubah, karena biasanya berkaitan dengan stres jangka panjang atau persoalan hidup yang tidak dapat hilang hanya dengan satu cangkir kopi.

Menurut Prof. Sakari Lemola dari Bielefeld University, sekitar 80% orang dewasa di dunia mengonsumsi minuman berkafein. Preferensi terhadap kafein bahkan ditemukan pada hewan liar seperti lebah yang lebih menyukai nektar berkafein. Meski menjadi bagian dari rutinitas lintas budaya, peneliti mengingatkan konsumsi berlebihan dapat mengganggu tidur, memicu ketergantungan, serta menimbulkan sakit kepala dan mudah marah saat berhenti mendadak.

Studi yang dipublikasikan di Scientific Reports ini menyimpulkan bahwa secangkir kopi paling efektif diminum pada pagi hari untuk membantu meningkatkan rasa bahagia, energi, dan antusiasme. Namun, efeknya tidak otomatis bertambah kuat dengan semakin banyak cangkir, dan cenderung menurun seiring bertambahnya waktu menuju siang.