Sebuah penelitian di Swiss menyebutkan bahwa bukan hanya kesedihan yang dapat berdampak buruk pada kesehatan jantung, tetapi juga kebahagiaan yang dirasakan secara berlebihan. Dalam temuan tersebut, emosi positif yang sangat kuat disebut berpotensi memicu serangan jantung.
Penelitian itu menjelaskan bahwa kebahagiaan ekstrem dapat mendorong tekanan emosional yang tinggi, yang kemudian melemahkan jantung. Kondisi ini disamakan dengan dampak kesedihan yang selama ini dikaitkan dengan sindrom patah hati atau Takotsubo.
Peristiwa bahagia yang disebut berisiko
Para peneliti menilai, kerusakan jantung dapat terjadi ketika seseorang mengalami lonjakan emosi positif dalam momen tertentu, seperti:
- pesta ulang tahun,
- pernikahan,
- mendapatkan kejutan,
- merayakan kelahiran cucu,
- kemenangan tim olahraga.
Dalam data penelitian yang melibatkan 485 pasien, disebutkan ada 20 orang yang mengalami gangguan jantung yang dikaitkan dengan kebahagiaan.
Dokter diminta mewaspadai gejala
Dr Jelena Ghadri dari Rumah Sakit Universitas Zurich, Swiss, mengatakan bahwa emosi positif juga dapat memengaruhi jantung. Ia menekankan pentingnya kewaspadaan terhadap tanda-tanda serangan jantung, seperti nyeri dada dan sesak napas, terutama jika gejala muncul setelah sebuah peristiwa yang membahagiakan.
Ghadri menambahkan, temuan timnya memperluas pemahaman klinis mengenai sindrom patah hati. Menurutnya, baik emosi positif maupun negatif dapat memengaruhi jantung, termasuk membuat bilik jantung menyempit.

