Serial spin-off terbaru dari waralaba fiksi ilmiah Star Trek, Star Trek: Starfleet Academy, mencatat penurunan tajam di tangga popularitas platform streaming hanya beberapa hari setelah penayangan perdananya. Performa yang merosot ini terjadi di tengah perdebatan di kalangan penggemar, terutama terkait anggapan bahwa serial tersebut terlalu “woke” dan politis.
Star Trek: Starfleet Academy dirilis pada 15 Januari 2026 dengan dua episode pertama. Sehari setelah debut, serial ini sempat menempati posisi ketiga daftar Top 10 TV Shows Paramount+ di Amerika Serikat pada 16 Januari. Namun, data FlixPatrol menunjukkan posisinya turun ke peringkat keenam pada 17 Januari dan bertahan di posisi itu pada 18 Januari. Empat hari setelah debut, serial tersebut sudah berada di urutan ke-10 di AS dan kemudian keluar dari tangga lagu Paramount+ secara global.
Penurunan serupa juga terlihat di negara lain. Di Inggris, serial ini memulai debutnya di posisi kelima sebelum kemudian mengalami penurunan.
Di sisi lain, performa Starfleet Academy di Amazon Channels menunjukkan tren yang berbeda. Serial ini masuk chart di posisi ketujuh pada 16 Januari dan naik ke posisi ketiga pada 18 Januari. Di Jerman, serial tersebut bahkan sempat menempati posisi pertama pada 16 Januari dan bertahan selama tiga hari sebelum turun ke posisi kedua.
Pergerakan yang tidak stabil di chart streaming ini berjalan beriringan dengan respons yang terbelah dari penonton. Sejumlah penggemar menilai serial ini terlalu sarat pesan politik dan menyebutnya “woke”, memicu kritik di berbagai forum. Salah satu komentar menyebut, “It’s a disgrace what’s happened to an icon like Star Trek.”
Namun, ada pula penonton yang menerima pendekatan baru serial ini. Komentar lain menyatakan, “Watched old Trek. And it’s not the same. And that’s okay…it’s something new and different. I enjoyed it.”
Sementara itu, para kritikus cenderung memberikan penilaian lebih positif. Di Rotten Tomatoes, serial ini meraih status “Certified Fresh” dengan persetujuan kritikus 87%. Ulasan kritikus menyoroti humor dan pergeseran nada sebagai kekuatan utama. Akan tetapi, skor audiens di situs yang sama menunjukkan kontras: 43% (rotten) dari lebih dari 500 ulasan.
Star Trek: Starfleet Academy merupakan bagian dari perluasan jagat Star Trek Universe yang digarap Alex Kurtzman. Berlatar abad ke-32, serial ini mengikuti kelas kadet Starfleet baru yang beranjak dewasa dan berjuang untuk menjadi perwira. Pemeran utamanya meliputi Bella Shepard sebagai Genesis Lythe, Sandro Rosta, Karim Diané, Kerrice Brooks, George Hawkins, Holly Hunter, Zoë Steiner, Robert Picardo, Tig Notaro, dan Oded Fehr. Paul Giamatti tampil dalam peran berulang sebagai Nus Braka, karakter setengah Klingon dan setengah Tellarite yang disebut memiliki koneksi misterius dengan salah satu kadet.

