BERITA TERKINI
Musisi Senior James F. Sundah Wafat di Usia 70 Tahun, Wendi Putranto: Kehilangan Besar bagi Musik Indonesia

Musisi Senior James F. Sundah Wafat di Usia 70 Tahun, Wendi Putranto: Kehilangan Besar bagi Musik Indonesia

Dunia musik Indonesia berduka atas wafatnya musisi senior James F. Sundah pada usia 70 tahun. Ia dikenal sebagai komponis, penulis lagu, produser, dan arranger yang melahirkan banyak karya lintas generasi.

Pengamat musik Wendi Putranto menyebut kepergian James F. Sundah sebagai kehilangan besar bagi industri musik nasional. “Kepergian beliau menjadi kehilangan besar bagi dunia musik Indonesia. Sepanjang hidupnya, James F. Sundah dikenal sebagai salah seorang komposer, penulis lagu, produser, dan arranger paling berpengaruh dalam sejarah musik populer Indonesia modern,” kata Wendi di Jakarta, Jumat (8/5/2026).

Menurut Wendi, James tidak hanya dikenang lewat karya-karyanya, tetapi juga dedikasinya terhadap perkembangan industri musik di Tanah Air. Ia juga disebut aktif memperjuangkan hak cipta bagi para musisi Indonesia.

“Warisan musikal James F. Sundah akan terus hidup melalui karya-karya yang telah menjadi soundtrack kehidupan banyak orang Indonesia selama puluhan tahun,” ujar Wendi.

James Freddy Sundah meninggal dunia pada Kamis (7/5) pukul 11.28 waktu New York, Amerika Serikat. Ia wafat didampingi keluarga setelah berjuang melawan kanker paru-paru yang dideritanya sejak 2024.

Nama James F. Sundah dikenal luas melalui sederet lagu populer Indonesia dengan karakter kuat dan emosional yang dibawakan banyak musisi besar. Sejumlah karya yang kerap disebut sebagai bagian dari pencapaiannya antara lain “Lilin Lilin Kecil”, “September Ceria”, “Ironi”, “Astaga”, hingga “When You Came Into My Life” yang ia ciptakan bersama Titiek Puspa, Klaus Meine, dan Rudolf Schenker dari Scorpions.

Di antara karya-karyanya, “Lilin Lilin Kecil” menjadi salah satu yang paling dikenang. Lagu yang pertama kali dirilis pada 1977 itu masuk dalam daftar 150 Lagu Indonesia Terbaik Sepanjang Masa versi Majalah Rolling Stone Indonesia (2009).

Meski sakit, James disebut masih aktif berkarya sebelum wafat. Pada 15 Oktober 2025, ia merilis karya terakhir berjudul “Seribu Tahun Cahaya” yang dinyanyikan Claudia Emmanuela Santoso. Sebulan setelahnya, James F. Sundah menerima Lifetime Achievement Award dari Anugerah Musik Indonesia (AMI Awards 2025).

Sepanjang kariernya, karya-karya James F. Sundah pernah dibawakan sejumlah penyanyi besar, di antaranya Chrisye, Vina Panduwinata, dan Sheila Majid. Kepergiannya menutup perjalanan panjang seorang musisi yang meninggalkan jejak kuat dalam sejarah musik Indonesia.