Serial Netflix Squid Game kembali menyita perhatian penonton global lewat musim keduanya. Cerita berlanjut mengikuti Seong Gi Hun (Lee Jung Jae) yang kembali masuk ke permainan dengan tujuan membalas dendam.
Tiga hari setelah dirilis, Squid Game season 2 dilaporkan menempati peringkat pertama di 93 negara. Capaian ini tersebar di berbagai wilayah, dengan dominasi di negara-negara Amerika Serikat dan Asia.
Berdasarkan data FlixPatrol, situs pemeringkatan layanan OTT, Squid Game 2 berada di posisi teratas kategori acara TV non-Inggris di Netflix. Data yang dihimpun menunjukkan lonjakan penonton terjadi pada hari kedua dan ketiga, sementara pada hari pertama jumlah pemirsa masih tercatat rendah.
Popularitas musim kedua ini juga terlihat dari posisi puncak di sejumlah negara, termasuk Amerika Serikat, Jepang, Prancis, Jerman, Brasil, Bangladesh, India, Selandia Baru, Indonesia, serta Korea Selatan sebagai negara asalnya.
Meski begitu, penayangan musim kedua turut memunculkan kritik dari beberapa media luar negeri. Sejumlah ulasan menilai serial ini “kehilangan ketajamannya” atau “orisinalitasnya”. Di sisi lain, Squid Game season 2 juga mendapat dukungan lewat ulasan positif.
Secara cerita, musim kedua berpusat pada upaya Gi Hun untuk menghentikan permainan, berhadapan dengan Frontman (Lee Byung Hun) selaku pemimpin permainan. Pada awalnya, permainan berjalan sebagaimana mestinya, sementara Gi Hun berusaha agar para peserta tetap hidup hingga akhir.
Namun menjelang hari keempat, Gi Hun mengajak beberapa orang yang mempercayainya untuk memulai perlawanan dengan merebut senjata dari para penjaga berpakaian pink. Pemberontakan yang dipimpinnya berakhir gagal dan mengakibatkan lebih banyak korban tewas dari pihaknya.
Musim kedua ditutup dengan tanda tanya besar karena cerita berhenti di tengah pemberontakan Gi Hun. Penonton pun dibuat penasaran mengenai kelanjutan peristiwa setelah kegagalan tersebut.

