BERITA TERKINI
Slank Rilis Single “Rusak Ancur”, Soroti Abrasi hingga Izin Tambang dalam Kritik Lingkungan

Slank Rilis Single “Rusak Ancur”, Soroti Abrasi hingga Izin Tambang dalam Kritik Lingkungan

Grup musik Slank merilis single terbaru berjudul “Rusak Ancur” pada 6 Juni 2026. Lagu ini menjadi trek kedua dalam album terbaru mereka, Republik Fufufafa.

“Rusak Ancur” ditulis oleh Bimbim. Video musiknya diproduksi dengan memadukan rekaman asli dan teknologi kecerdasan buatan. Berdasarkan data yang dicantumkan dalam rilis tersebut, lagu ini telah meraih sekitar tiga ribu pemutaran di Spotify, sementara video musiknya di YouTube ditonton sekitar 150 ribu kali.

Melalui lirik yang lugas dan bernada satir, Slank menyampaikan kritik terhadap kerusakan lingkungan yang mereka kaitkan dengan eksploitasi sumber daya alam. Lagu ini menyinggung sejumlah isu, mulai dari abrasi dan deforestasi, hingga aktivitas pertambangan serta pemanfaatan alam yang dinilai mengabaikan keseimbangan ekosistem.

Dalam keterangan yang disampaikan Slank, “Rusak Ancur” disebut sebagai “alat penyampaian kritik keras” atas kerusakan alam yang terjadi akibat ulah banyak pihak. Liriknya antara lain menyoroti pengiriman sedimen, ekspor pasir, pembabatan hutan yang diganti sawit, serta maraknya izin tambang.

Selain itu, lagu ini juga memuat kritik terhadap sejumlah proyek pembangunan pemerintah yang dianggap berdampak pada lingkungan dan masyarakat. Beberapa bagian lirik menyinggung pembangunan kota baru dan proyek strategis nasional, termasuk rujukan pada proyek food estate.

Dengan “Rusak Ancur”, Slank kembali menempatkan musik sebagai medium untuk menyuarakan keresahan sosial, sekaligus mengajak pendengar memberi perhatian pada kondisi alam yang mereka gambarkan kian terancam.