Diskusi tentang cara membangun media dengan identitas dan sikap editorial yang kuat kembali mengemuka di tengah lanskap informasi yang kian cepat dan dipengaruhi algoritma. Isu tersebut menjadi sorotan dalam workshop bertajuk “How to Build and Run Media” yang digelar Sabtu, 6 Juni 2026, di Galeri R.J. Katamsi, ISI Yogyakarta.
Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian program publik pameran The Post-Naissance yang berlangsung hingga 13 Juni 2026. Pada sesi tersebut, penyelenggara menghadirkan Desta Wasesa dari Musik Jogja sebagai pembicara utama untuk berbagi pengalaman serta pandangan mengenai pengelolaan media independen.
Sebelum workshop dimulai, peserta diajak mengikuti tur galeri guna melihat dan memahami karya-karya yang dipamerkan dalam The Post-Naissance. Setelah itu, diskusi berlangsung sekitar dua jam, membahas proses membangun media sejak tahap paling dasar hingga praktik pengelolaan sehari-hari.
Dalam pemaparannya, Desta membahas sejumlah aspek, mulai dari pembentukan identitas media, penyusunan arah editorial, hingga tantangan yang dihadapi media independen di tengah perkembangan teknologi digital dan perubahan perilaku audiens.
Menurut Desta, tema workshop tersebut berkaitan erat dengan gagasan besar yang menjadi fondasi pameran The Post-Naissance. Ia memandang media sebagai ruang yang terus berubah dan melahirkan nilai-nilai baru seiring perkembangan zaman.
Ia menjelaskan semangat “pasca kelahiran” yang menjadi benang merah pameran dapat dimaknai sebagai proses pembentukan gagasan baru yang terus berkembang. Dalam konteks media, hal itu terlihat dari upaya berbagai platform dan pelaku media untuk menemukan bentuk, karakter, serta relevansi di tengah situasi yang terus bergerak.
Desta juga menyoroti tekanan yang dialami pekerja kreatif dan pelaku media ketika algoritma platform digital kerap mendorong produksi konten tanpa henti. Karena itu, ia menekankan pentingnya memperkuat fondasi dan nilai yang mendasari sebuah media agar tidak semata mengikuti ritme produksi yang ditentukan sistem.
Workshop ini diikuti peserta dari beragam latar belakang, tidak terbatas pada dunia media atau jurnalistik. Forum tersebut dihadiri mahasiswa, musisi, pelaku usaha coffee shop, kreator konten, KOL bidang makanan dan minuman, hingga peserta dari luar Yogyakarta.
Salah satu peserta, Aldizhar Ahmad Gifhari dari Jatiwangi, Jawa Barat, mengatakan ia memperoleh perspektif baru setelah mengikuti kegiatan tersebut. Ia menilai pembahasan yang disampaikan membantunya memahami posisi media dalam kehidupan sosial saat ini.
Menurut Aldizhar, hal yang menarik adalah bagaimana media tidak hanya berfungsi sebagai sarana penyebaran informasi, tetapi juga berperan menghadirkan cerita-cerita yang kerap luput dari perhatian publik di tengah derasnya arus informasi dan konflik di berbagai tempat.
Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dihadirkan sebagai ruang berbagi pengetahuan dan pengalaman antarpelaku kreatif dari berbagai bidang. Menurutnya, forum diskusi semacam ini dapat memperkuat ekosistem kreatif sekaligus memperluas wawasan tentang peran media dalam masyarakat.
Workshop “How to Build and Run Media” menjadi salah satu agenda publik yang melengkapi rangkaian kegiatan The Post-Naissance. Pameran tersebut masih dapat dikunjungi hingga 13 Juni 2026 di Galeri R.J. Katamsi, ISI Yogyakarta. Informasi lebih lanjut mengenai program dan kegiatan tersedia melalui akun Instagram @postmolys.project dan @marsmolys.